Bagaimana Islam Menyikapi “Karma”?


Salam pak admin, nanya dong. Apakah dalam Islam ada istilah hukum karma? Kalau ada bagaimana penjelasannya? Terima kasih…

Karma atau hukum karma kita kenal hari ini sebagai istilah yang mewakili fenomena balasan sebuah perbuatan. Anda pernah berbuat jahat kepada orang di masa lalu, hari ini anda justru yang menerima kejahatan orang lain. Karma selalu ditujukan untuk perbuatan-perbuatan yang negatif; mencuri, membunuh, merampok, memukul dan lain sebagainya.

Islam juga punya konsep karma, hanya saja nama yang dipakai bukan “karma”. Selain berbicara soal balasan perbuatan-perbuatan yang negatif, Islam juga punya konsep balasan amal-amal perbuatan yang baik. Bahkan yang terakhir ini, jauh berlipat ganda dibanding yang awal.

Salah satu hadis Nabi yang berbicara soal “karma” adalah riwayat Sahabat Abu Hurairah berikut ini:

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال من نفس عن مؤمن كربة من كرب الدنيا نفس الله عنه كربة من كرب يوم القيامة، ومن يسر على معسر يسر الله عليه في الدنيا والآخرة، ومن ستر مسلماً ستره الله في الدنيا والآخرة، والله في عون العبد ما كان العبد في عون أخيه...

Nabi Muhammad bersabda, siapa yang membantu kesulitan seorang mukmin, Allah akan membantu kesulitannya; siapa yang mempermudah urusan seorang mukmin, Allah akan permudah urusannya; siapa yang menutupi keburukan seorang muslim, Allah akan tutupi keburukannya di dunia dan akhirat. Pertolongan dan lindungan Allah senantiasa ada dalam setiap pertolongan seorang hamba kepada saudaranya.”

Dalam al-Qur’an juga disebutkan bahwa balasan bagi kebaikan yang dilakukan seorang Muslim adalah 10, sedangkan balasan bagi kejahatan hanyalah satu. Konsep “karma” dalam Islam adalah simbol betapa murah dan sayangnya Allah SWT terhadap hambanya. Mereka yang berbuat baik, akan diganjar berpuluh kali lipat dari satu kebaikan yang telah dilakukannya. Lalu, tunggu apa lagi? Ayo tunai pahala melalui karma kebaikanmu!