Apa Saja Sih Syarat-Syarat Keabsahan Sebuah Hadis?


Assalamualaikum Harakah Islamiyah… saya mau bertanya. Sekarang kan banyak sekali hadis-hadis yang bertebaran. Kira-kira kriteria apa saja yang membuat hadis bisa kita terima?

Waalaikumsalam Bapak/Ibu, Mbak/Mas yang kami hormati…

Benar sekali kalau akhir-akhir ini kita seringkali mendapati banyak sekali pendakwah atau ustadz yang menyampaikan hadis-hadis Nabi. Dan pastinya, sebagai umat Islam dan umat Nabi Muhammad, kita harus tahu beberapa ketentuan khusus sebelum benar-benar menerima sebuah hadis dan menyampaikannya kepada orang lain. Karena kalau tidak, maka kita termasuk orang-orang yang akan dianggap menyebarkan hoax, ketika hadis yang kita sampaikan ternyata adalah hadis palsu atau lemah sekali.

Di dalam ilmu hadis dasar, ada lima syarat utama sebuah hadis bisa diterima dan dijadikan sumber hukum:

  1. Sanad sebuah hadis harus bersambung sampai Nabi Muhammad SAW. Muttashil atau ketersambungan periwayatan ini penting, karena ia yang menjamin bahwa hadis ini memang diriwayatkan dari satu generasi ke generasi lainnya, bukan buatan atau karangan seseorang.
  2. Adilnya si periwayat hadis. Artinya perawi yang mendengarkan dan meriwayatkan hadis haruslah orang-orang yang menjaga dirinya dari hal-hal yang menjatuhkan marwahnya, seperti melakukan maksiat dan lain sebagainya.
  3. Jaminan kekuatan ingatan si periwayat hadis. Selain harus adil dan selalu menjaga diri, perawi hadis harusnya orang yang memiliki daya ingat yang kuat. Ingatan yang kuat ini tentu saja menjadi jaminan sebuah hadis tidak mengalami perubahan dan modifikasi.
  4. Secara konten, sebuah hadis tidak boleh syadz (kontradiksi dengan riwayat lainnya). Artinya, ketika hadis yang anda temuka berbenturan secara isi dengan hadis lainnya yang lebih sahih, maka hadis itu dihukumi syadz dan tidak bisa diterima.
  5. Secara umum, sebuah hadis juga tidak boleh menyimpan penyakit atau illat. Illat ini tidak terlihat dan tersembunyi.

Itulah 5 syarat penerimaan sebuah hadis. Jika kelima syarat ini tidak terpenuhi, maka sebuah hadis bisa diragukan dan diteliti lebih lanjut sebelum benar-benar diterima.[]