Anjing Najis Atau Tidak


Salam, admin harakah yang terhormat, bagaimana hukumnya memegang anjing? Apakah anjing najis atau tidak? Terima kasih

Mungkin sebagian umat Islam jijik dengan anjing dan aneh melihat kalau ada orang yang bermain dengan anjing. Mereka jijik karena menurut mereka anjing adalah binatang yang najis.

Namun perlu diketahui, ulama sebetulnya masih beda pendapat terkait kenajisan anjing. Perbedaan pendapat ini bukanlah suatu hal yang baru, tapi sudah ada sejak dulu. Perbedaan pendapat ulama tersebut dapat dibagi menjadi tiga pandangan:

Pertama: dalam pandangan Madzhab Syafi’i atau Hanbali, anjing termasuk najis, baik bulu, air liur, keringat, dan bagian tubuh yang lain. Karenanya, ketika ada benda yang kena air liur anjing wajib dibasuh tujuh kali, salah satunya harus menggunakan tanah.

Kedua: dalam Madzhab Maliki, seluruh tubuh anjing tidak najis. Karena pada hakikatnya seluruh hewan adalah suci. Baru dikatakan najis kalau sudah mati dan tidak disembelih sesuai syariat. Menurut Madzhab Maliki, membasuh jilatan anjing hanyalah bagian dari kesunnahan saja dan bersifat ta’abbudi.

Ketiga: menurut ulama Madzhab Hanafi, seluruh tubuh anjing tidaklah najis, kecuali air liur dan keringatnya. Mereka beda pendapat soal membersihkan air liur anjing, ada yang mengatakan tiga kali basuhan, lima basuhan, dan tujuh basuhan.

Dari perbedaan tersebut, meskipun ulama beda pendapat soal najis atau tidaknya anjing, tapi seluruhnya sepakat bahwa kalau ada anjing yang menjilat benda atau tubuh kita, harus dibasuh terlebih dahulu, salah satunya menggunakan tanah.