Alih-Alih Mengujar Kebencian dan Makian, Begini Cara Berbahasa Nabi…


Salam Min, ane mau tanya, gimana sih sebenernya gaya ngomong Nabi Muhammad? Kok kayaknya Islam di Indonesia hari ini marak dengan ujaran-ujaran kebencian dan bahasa-bahasa yang kurang sopan…

Nabi Muhammad bukan hanya Nabi yang datang dan diutus Allah SWT untuk menyebarkan agama Islam dan syariat Tuhan. Beliau juga diturunkan dan diutus sebagai menyempurnakan akhlaq dan tata krama. Karena itulah Allah SWT mengutus seorang manusia untuk menjadi Nabi dan Rasul, bukan Malaikat. Hal ini bukan tanpa alasan. Ia dimaksudkan agar umat manusia bisa langsung meniru sikap dan tingkah laku Nabinya yang memang melebur bersama mereka sehari-hari. Termasuk yang sering dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah soal cara berbicara dan menggunakan bahasa.

Dalam banyak riwayat, dengan beragam redaksi dan konteks cerita, bisa hampir selalu ditemukan model berbahasa dan gaya berbicara Nabi Muhammad yang santun dan menentramkan. Semisal cara bicara nabi kepada istrinya, Aisyah. Beliau selalu menggunakan panggilan mesra kepada istrinya tersebut. “Wahai Humaira’...” Riwayat ini masyhur diketahui. Artinya apa, Nabi selalu menggunakan bahasa yang bisa menyenangkan hati orang lain, bukan sebaliknya.

Riwayat lainnya yang tak kalah masyhur untuk menggambarkan bahasa Nabi adalah riwayat Anas bin Malik. Beliau adalah khadim Nabi sejak kecil. Dekat dan melayani Nabi setiap hari. Tak heran jika sahabat Anas meriwayatkan cukup banyak hadis dan menjadi saksi kunci ketika kita ingin mengetahui banyak hal tentang Nabi Muhammad.

Dalam pengakuannya, Sahabat Anas selama menjadi khadim Nabi, tidak pernah sekali pun dimarahi apalagi disentak dengan bahasa kasar layaknya seorang majikan kepada suruhannya. Apapun yang dilakukan sabahat Anas, termasuk kesalahan-kesalahannya, selalu ditanggapi lembut dan santun oleh Nabi.

Nabi Muhammad juga terkenal sabar dalam menanggapi keluh kesah dan pertanyaan dari umatnya. Beliau tidak pernah marah, apalagi sampai menghardik orang yang bertanya berkali-kali dengan umpatan dan perkataan kasar. Kata-kata Nabi selalu menetramkan orang yang mendengarnya. Kata-kata Nabi, karena santun dan penuh rasa, selalu masuk dalam hati para sahabat.[]