3 Hak Anak Yang Harus Dipenuhi Oleh Orang Tua


Anak adalah titipan Allah, kapanpun Allah ingin mengambilnya maka tidak akan ada yang bisa menghalangi-Nya karena setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Sebagai makhluk yang bernyawa seorang anak juga mempunyai tangggung jawab atas akidah dan semua  perbuatanya selama di dunia. Seseorang  ketika dikaruniai anak maka mempunyai kewajiban untuk memenuhi hak anak yang dijelaskaan oleh Nabi di dalam sebuah hadis yang terdapat dalam kitab Tanbih al-Ghafilin. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra Sesungguhnya Nabi saw bersabda :

مِنْ حَقِّ الْوَلَدِ عَلَى الْوَالِدِ ثَلَاثَةُ أَشْيَاءَ: أَنْ يُحْسِنَ اِسْمَهُ إِذَا وُلِدَ، وَيُعَلِّمَهُ الْكِتَابَ إِذَا عَقَلَ، وَيُزَوِّجَهُ إِذَا أَدْرَكَ.

Hak anak atas orang tuanya ada tiga: diberikan nama yang baik ketika lahir, diajarkan al-Quran ketika sudah berakal ( tamyiz) dan menikahkanya ketika sudah menemukan.”

Berdasarkan hadis tersebut 3 hak anak adalah :

1. Diberikan nama yang baik.

Karena nama merupakan doa dan harapan ingin menjadi apakahanaknya kelak. Dan nama yang baik juga akan menambahkan rasa percaya diri pada anak. Nama yang baik bagi laki-laki adalah dengan memberi awalan nama dengan nama Muhammad atau bisa juga dengan mengambil nama-nama orang-orang sholeh dan lain sebagainya. Sedangkan nama perempuan bisa mengambil nama putri-putri rasul atau istri-istri beliau atau nama –nama yang lain yang memiliki arti yang baik.

2. Mengajarkan al-Quran jika   sudah berakal (tamyiiz).

Yaitu apabila anak sudah mulai bisaberfikir dan menerima ilmu, maka orang tua wajib memberikan pelajaran tentang cara membaca al-Quran dan tentang apa yang dikandungdi dalamnya. Selain itu, anak juga harus diajarkan ilmu fikih dan ilmu agama yang lain sebagai pedoman bagi anak untuk melaksanakan ibadah. Mengajarkaan anak ilmu agama tidak harus diakukann sendiri tetapi bisadenga memasukkan anak ke sekolah-sekolah yang di dalamnya mengajarkan ilmu agama.

3. Menikahkanya jika sudah menemukan pasangan.

Yaitu dengantidak mempersulitnyadalam melangsungkan pernikahan dan membantunyajika membutuhkan bantuann untuk pelaksanaannya. Tentu saja demikian itu jika sudah mendapatkan pasangan yang sekufu’ denganya agar anak tidak terjerumus dalam kemaksiatan.

Di dalam al-Quran seorang ayah diperintahkan untuk menyelamatkan dirinya  dan keluarganya dari api neraka. Dan meyelamatkan keluarga dari api neraka adalah dengan memulainya dari diri sendiri, memberikan contoh yang baik dan memberikan pendidikan agama pada anak.

Jika orang tua menginginkan kebahagiaan untuk anaknya, maka kebahagiaan yang sejati adalah kebahagiaan akhirat bukan  hanya dengan memberikan kesenangan duniawi.

Sumber: Tanbih al-Ghafilin