Tiga Macam Mimpi dalam Islam


Kita semua tentu saja pernah bermimpi dalam tidur bukan? Nah, setiap mimpi yang kita alami ternyata memiliki tipenya masing-masing. Berikut adalah penjelasan terkait tipe-tipe mimpi sebagaimana sabda Rasulullah Saw.

Rasulullah Saw dalam sebuah hadisnya pernah bertutur:

إِذَا اقْتَرَبَ الزَّمَانُ لَمْ تَكَدْ رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ أَنْ تَكْذِبَ وَأَصْدَقُهُمْ رُؤْيَا أَصْدَقُهُمْ حَدِيثًا وَالرُّؤْيَا ثَلاَثٌ فَالرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ بُشْرَى مِنَ اللَّهِ وَالرُّؤْيَا تَحْزِينٌ مِنَ الشَّيْطَانِ وَرُؤْيَا مِمَّا يُحَدِّثُ بِهِ الْمَرْءُ نَفْسَهُ فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُ فَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ وَلاَ يُحَدِّثْ بِهَا النَّاسَ

Apabila telah dekat waktunya (hari kiamat) hampir saja mimpi orang yang beriman tidak akan berdusta. Yang paling benar mimpinya adalah orang yang paling jujur ucapannya. Mimpi itu ada tiga, mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah, mimpi yang buruk yang berasal dari setan dan mimpi yang berasal dari diri manusia sendiri, maka apabila salah satu dari kalian memimpikan sesuatu yang dibenci hendaklah ia bangun sholat dan tidak menceritakannya kepada orang lain. (HR. Abu Dawud, al-Tirmidzi, Ibn Majah, Ahmad bin Hanbal, al-Thabarani, dan al-Hakim)

Dekat waktunya dalam hadis di atas menurut Abu Dawud diartikan sebagai dekat antara malam dan siang, yakni waktu subuh. Sebab pada waktu-waktu tersebut mimpi manusia tidak pernah salah dan berdusta. Namun pendapat lain mengatakan bahwa yang dimaksud dari dekatnya zaman adalah hari kiamat. Demikian penjelasan dalam Syarah Sunan Abi Dawud.

Dalam hadis di atas juga dijelaskan terkait  siapa yang paling benar mimpinya. Terdapat klue menarik dalam hadis di atas bahwa orang yang paling benar mimpinya adalah orang yang paling jujur ucapannya ketika ia sadar atau tidak dalam keadaan tidur. Adapun orang yang ketika tidak dalam keadaan tidur ia gemar berbohong, maka dalam keadaan tidur sekalipun terkadang mimpinya juga berbohong kepadanya.

Keterangan selanjutnya dalam hadis di atas adalah terkait tipe-tipe mimpi, di sana dijelaskan bahwa mimpi terbagi ke dalam 3 tipe:

1. Adalah mimpi yang baik yang berasal dari Allah SWT sebagai kabar gembira untuk manusia, keterangan ini didukung oleh riwayat lain yang menyebut bahwa setelah tiada utusan baik itu Nabi atau pun Rasul yang tersisa adalah mubasysyirat, yakni mimpi-mimpi baik yang akan dialami oleh orang beriman dalam mimpinya;

2. Mimpi buruk yang berasal dari setan, mimpi ini biasanya membuat manusia merasa buruk dan tidak nyaman seperti halnya mimpi dikejar-kejar makhluk ghaib atau yang lainnya;

3. Mimpi yang berasal dari diri manusia sendiri, atau disebut dengan haditsunnafs, ketika manusia sedang dalam keadaan sadar biasanya mereka banyak memikirkan tentang sesuatu, nah apa yang dipikirkan oleh manusia ini kadangkala terbawa sampai ke alam mimpinya. Inilah yang dinamakan dengan mimpi yang berasal dari diri manusia.

Dan apabila seseorang mengalami mimpi buruk, sebaiknya ia bangun, shalat dan tidak menceritakannya kepada orang lain.

Demikianlah tipe-tipe mimpi yang bersumber dari Rasulullah Saw, semoga menginspirasi. Wallahu a’lam. (Misbahuddin)