Susah Punya Anak? Ini Solusinya


Salah satu tujuan pernikahan ialah agar pasangan suami istri memiliki keturunan. Namun, terkadang ada orang yang sudah bertahun-tahun menjalin rumah tangga tetapi belum dikaruniai seorang anak. Adakah solusinya dalam Islam?      

Terkait hal ini, ada sebuah riwayat menarik dari Jabir bin Abdillah yang terrekam dalam Musnad Abi Hanifah,

عَنْ جَابِر بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ لَهُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ! مَا رُزِقْتُ وَلَداً قَطُّ وَلاَ وَلَدَ لِيْ، فَقَالَ: فَأَيْنَ أَنْتَ عَنْ كَثْرَةِ الاِسْتِغْفَارِ وَالصَّدَقَةِ يَرْزُقُ اللهُ بِهَا الوَلَدَ، قَالَ: فَكاَنَ الرَّجُلُ يُكْثِرُ الصَّدَقَةَ وَيُكْثِرُ الاِسْتِغْفَارَ، قَالَ جَابِر: فَوُلِدَ لَهُ تِسْعَةٌ مِنَ الذُّكُوْرِ

Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata: Seorang lelaki dari kaum Anshar datang kepada Nabi SAW dan berkata: Wahai Rasulullah, aku belum dikaruniai anak sama sekali. Rasul berkata: Jika engkau memperbanyak istighfar dan sedekah, maka Allah akan memberimu rejeki berupa anak. Jabir berkata: Kemudian orang tersebut memperbanyak sedekah dan istighfar. Lalu ia dikaruniai sembilan anak laki-laki. (Musnad Abi Hanifah).

Riwayat di atas menegaskan bahwa beristighfar dan bersedekah adalah pembuka rejeki, terutama bagi siapa saja yang belum dikaruniai anak. Karena boleh jadi, dosa seseorang terlalu banyak sehingga menghalangi datangnya rejeki berupa keturunan. Oleh karena itu, salah satu solusinya ialah memperbanyak istighfar. Begitupula dengan sedekah. Boleh jadi orang yang rajin bersedekah, maka Allah akan membalas kebaikannya itu dengan memberinya seorang anak.

Demikianlah penjelasan singkat tentang solusi bagi siapa saja yang sulit memiliki keturunan. Semoga bermanfaat. (Mujiburrahman).