Lima Manfaat Zakat yang Harus Kamu Ketahui!

Senin, 25 Februari 2019 hikmah 81 klik
Ida Mahmudah Teks:Ida Mahmudah
Faza Grafis:Faza

Zakat adalah mengeluarkan harta kepada para mustahiq (penerima zakat). Jiwa manusia memiliki karakter menyukai dan ingin menguasai harta. Akan tetapi, mendermakan sebagian harta memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan seorang musllim. Di antaranya :

1. Menyucikan jiwa dari penyakit kronis yang disebut kikir. Allah Swt berfirman: “dan barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung” (QS. At-Thagabun : 16)

Penyakit kikir merupakan hal yang dibenci Allah Swt juga para makhluk-Nya. Sementara itu, membayar zakat dan shadaqah dapat menyembuhkan penyakit kikir, karena zakat membiasakan manusia untuk berderma, meskipun dengan terpaksa karena takut akan siksa Allah Swt. Meski bermula dari keterpaksaan, kesungguhan membayar zakat serta melakukannya terus menerus membuat dirinya terbiasa dan gampang untuk mendermakan hartanya dengan suka rela.

2. Menghilangkan penyakit dendam dan dengki yang tertanam dalam diri orang fakir yang menerima zakat. Ia mengira Allah Swt telah memberi rezeki kepada orang lain dan menjauhkan rezeki tersebut dari dirinya. Dengan berderma kepada kaum papa, seorang muslim akan dapat membangun kehidupan masyarakat dengan penuh kecintaan, berbesar hati, dan kebeningan jiwa. Allah Swt akan memanjangkan kebaikannya serta menghilangkan perasaan negatif terhadap orang lain.

3. Menjaga kesucian diri (‘iffah) dan menjaga harga diri (‘izzah an nafs)

Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: “demi Dzat yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, orang yang mengambil tali di antara kallian dan meminta kayu bakar diletakkan di atas punggungnya adalah lebih baik daripada ia datang kepada seseorang kemudian orang itu memberikan sedekah atau tidak memberinya,” (HR. Malik dan al-Bukhari)

Hadis tersebut menjelaskan bahwa seorang muslim memiliki kemampuan dalam menjaga kesucian diri. Dengan  membayar zakat, tidak ada kejelekan terhadap hartanya, bahkan akhlak itu mengetuk pintu-pintu amal mengasihi orang yang suka meminta-minta. Ia akan berusaha mencurahkan segenap kemampuannya supaya dirinya bermanfaat bagi orang lain dengan menginfakkan hartanya sehingga tangannya berada di atas sebagai pemberi.

4. Menjadikan dirinya dermawan dan sua berkorban

Allah Swt berfirman, “dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba : 39)

Dengan memahami ayat tesebut, seorang muslim akan terus berderma seraya berharap dan meyakini janji Allah Swt akan memberi keberkahan terhadap rezekinya serta akan melipat gandakan pemberiannya. Abdurrahman Bin Auf berkata, “ Allah telah secara rutin memberikan nikmat kepadaku, maka akupun membiasakan memberi (shadaqah) untuk meraih ridha-Nya. Ketika aku menghentikan kebiasaan itu, Allah pun menghentikan nikmatnya.” Oleh karena itu, dalam sejarah, Abdurrahman Bin Auf terkenal tidak pernah menghentikan berderma.

5. Menjadikannya lebih mencintai dan berempati kepada orang lain

Al-Qur’an menegaskan kepada kita supaya memahami dan mengetahui kebutuhan orang lain tanpa mengharapkan penghargaan dari orang tersebut. Allah Swt berfirman, “berinfaklah kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha di bumi); orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari meminta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik kamu nafkahkan (di jalan Allah) maka sesungguhnya Allah maha mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 273)

Imam Syafi’i berkata “terkadang ada seorang laki-laki dengan dirham yang telah diperolehnya merasa kaya, tetapi merasa fakir dengan kelemahan dan banyak keluarganya.” Perbuatan ini bukan berarti memata-matai kefakiran orang lain, melainkan untuk merasakan kebutuhan mereka lalu memberinya sebelum mereka meminta. (Ida Mahmudah)