Lima Efek Positif Keimanan


Keyakinan (keimanan) sangatlah penting dalam kehidupan. Keyakinan menjadi salah satu sumber kekuatan hidup yang sangat luar biasa yang mampu mempegaruhi pola hidup, pola pikir seseorang, juga membentuk perilaku serta etika spiritual sepanjang hidup.

Salah satu kisah sahabat Rasulullah Saw. yang telah diriwayatkan dari sayyidina Ali bin Abi Thalib ra dalam suatu peperangan, sayyidina Ali Bin bin Thalib ra terpanah pada salah satu anggota tubuhnya. Para sahabat mengatakan bahwa untuk mencabut panah tersebut dari tubuh beliau maka sebagian tubuhnya harus dilukai atau dipotong, jika tidak maka panah itu tidak bisa diambil.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib kemudian bekata, “Jika aku ditengah menjalankan shalat maka keluarkanlah panahnya”. Sayyidina Ali lalu menjalankan shalat, kemudian para sahabat segara membedah anggota tubuhnya dan mengeluarkan panah tesebut dari tubuh Sayyidina Ali. Sungguh meski demikian Sayyidina Ali tidak berubah dalam menjalankan shalatnya. Ketika beliau selesai, beliau berkata, “Mengapa kamu tidak mencabut panah itu?”

Demikianlah keadaan para sahabat ketika sedang melaksanakan shalat. Berdialog dengan Allah tanpa terlintas pikiran lain kecuali hanya menghadap Allah sehingga tidak terasa bahwa salah satu anggota tubuhnya dibedah dan dicabut anak panah dari dalam dagingnya.

Beberapa hal berikut adalah perilaku positif yang bersumber dari keyakinan:

1. Bergegas dalam kebaikan.

Orang yang memiliki keimanan yang sempurna akan senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan. Allah  Swt berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan azab Tuhan mereka. Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka, dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun), dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan (berupa ibadah), dengan hati yang takut (tidak terima), (karena mereka tau bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, mereka itu bersegera untuk mendapatkan kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” (QS. Al-Mu’minun: 57-61)

2. Takut melakukan dosa sekecil apapun.

Allah Swt berfirman, Katakanlah “Apakah akan Aku jadikan pelidung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia yang memberi makan dan Ia tidak diberi makan?” Katakanlah “Sesungguhnya Aku diperintah supaya Aku menjadi orang yang pertama kali menyerah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang musyrik.” Katakanlah: “Sesungguhnya Aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku.” (QS. Al-An’am: 14-15)

3. Zuhud di dunia.

Ketika keimanan menyelimuti hati seseorang, tidak akan terlena dengan gemerlapnya kehidupan dunia, merasa cukup dengan apa yang ada dan menjadikan dunia sebagai sarana untuk kehidupan akhirat. Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.” (QS. Muhammad: 36)

4. Selalu berbuat baik kepada orang lain.

Allah Swt berfirman, “Dan orang-orang yang telah menempai kota Madinah dan telah beriman (anshor) sebelum kedatangan mereka (muhajirin). Mereka (anshor) mencintai orang yang berhijrah kepada mereka (muhajirin). Dan mereka (anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (muhajirin), dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin) atas mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan” (QS. Al-Hasyr:9)

5. Memiliki hati yang tenang dan kehidupan yang damai.

Allah Swt berfirman, “Barang siapa megerjakan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik” (QS. An-nahl: 97) [Idah Mahmudah]