Keutamaan Bahagia Menyambut Ramadan

Rabu, 8 Mei 2019 hikmah 115 klik
Faza Grafis:Faza

Menyambut bulan suci Ramadan dengan rasa penuh kebahagiaan memiliki keutamaan tersendiri. Tidak heran jika di berbagai daerah diadakan kegiatan sosial yang sebenarnya bila diperhatikan tujuannya adalah memeriahkan datangnya bulan suci. 

Umat Islam tidak bisa tidak, akan tetap bergembira akan kedatangan bulan Ramadan, ini berdasarkan hadis sahih dari dari Abu Hurayrah bahwa baginda Nabi ﷺ pernah bersabda:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا، فَقَدْ حُرِمَ

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Al-Jaḥīm (Neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Didalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan Seribu bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” (HR Ahmad)

Hadis ini diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf, Ibnu Abi Syaybah dalam Al-Kitab Al-Mushannaf fil-Ahadits wal-Atsar, Isḥāq bin Rahuyah dalam Musnad-nya, Aḥmad dalam Musnad-nya, ‘Abdu bin Humayd (w. 249) dalam Al-Muntakhab, dan At-Tusi (w. 312) dalam Mukhtashar Al-Ahkam (3/297).

Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali (w. 795) menjelaskan setelah menukil hadis di atas,

كيف لا يبشر المؤمن بفتح أبواب الجنان كيف لا يبشر المذنب بغلق أبواب النيران كيف لا يبشر العاقل بوقت يغل فيه الشياطين من أين يشبه هذا الزمان زمان.

“Bagaimana tidak gembira? seorang mukmin diberi kabar gembira dengan terbukanya pintu-pintu surga. Tertutupnya pintu-pintu neraka. Bagaimana mungkin seorang yang berakal tidak bergembira jika diberi kabar tentang sebuah waktu yang di dalamnya para setan dibelenggu. Dari sisi manakah ada suatu waktu menyamai waktu ini (Ramadan).” (Lataif Al-Ma’arif, hlm. 348).

Sampai di sini jelaslah bahwa bahagia atas datangnya bulan suci Ramadan memiliki keutamaan tersendiri. Ungkapan kebahagiaan ini hendaknya dilakukan dengan cara yang tidak bertentangan yang sesuai dengan syariat Islam.