Karena Hal Ini, Setiap Senin Allah SWT Mendiskon Siksa Abu Lahab.

Senin, 25 Februari 2019 hikmah 586 klik
Hilmy Firdausy Teks:Hilmy Firdausy
Faza Grafis:Faza

Siapa di antara kita yang tidak kenal Abu Lahab? Sosok antagonis yang selalu ditampilkan kejam dalam sejarah Islam ini dikenal sebagai tokoh yang konsisten memusuhi Nabi Muhammad SAW. Abu Lahab juga termasuk orang Arab yang senantiasa berusaha menganggu dan menggagalkan dakwah Nabi menyebarkan agama Islam di tanah Arab. Ya, Abu Lahab adalah sosok yang kejam, jahat dan penuh keburukan.

Kejahatan Abu Jahal yang masyhur sampai-sampai diabadikan oleh Allah SWT di dalam al-Qur’an. Surat al-Lahab di juz 30 adalah gambaran dan cara Allah SWT mengabadikan sosok dan watak Abu Lahab agar menjadi pelajaran bagi umat Islam secara khusus, dan umat manusia secara umum.

Namun siapa sangka, di balik sosok yang begitu buruk dan jahat, ternyata Allah SWT mendiskon siksa Abu Lahab setiap hari senin karena satu hal sederhana yang pernah dia lakukan. Begini kisahnya:

Meskipun Abu Lahab sudah sangat sering merencanakan pembunuhan karena memusuhi Nabi Muhammad, tapi dia pernah sekali mengungkapkan kegembiraannya atas kelahiran Rasulullah. Sesaat sebelum nabi lahir, Abu Lahab sebagai pemimpin orang kafir berpikir keras memikirkan jenis kelamin keponakannya itu. Dia berharap laki-laki, bukan perempuan. Sebab budaya bangsa Arab zaman dulu, jika bayi perempuan lahir maka itu adalah aib.

Kemudian Abu Lahab mengutus seorang budak bernama Tsuwaibah untuk mengintai apakah bayi yang lahir itu laki-laki atau perempuan. Sesuatu yang terbersit di dalam pikiran Abu Lahab kala itu adalah, jika yang lahir perempuan, maka dia akan dimusuhi banyak orang dan ditinggalkan oleh para pengikutnya. Ternyata lahirlah seorang bayi laki-laki yang sangat bagus, yaitu Nabi Besar Muhammad SAW.

Setelah Abu Lahab mendengar kabar kelahiran nabi, dia bahagia bukan main hingga melompat-lompat seraya meneriakkan kata-kata pujian untuk keponakannya yang mulia itu. Sebagai ekspresi kebahagiaan, Abu Lahab kemudian memerdekakan Tsuwaibah. Keputusan memerdekakan budaknya itu dia umumkan di hadapan khalayak ramai yang mendatangi undangan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Menurut para ulama, kegembiraan Abu Lahab itu pasti tidak diterima oleh Allah SWT. Tapi ternyata ada riwayat lain dalam Sahih al-Bukhari yang menyatakan bahwa setiap Senin Abu Lahab mendapat diskon atau keringanan siksa karena kegembiraan yang diperlihatkannya ketika Nabi Muhammad SAW lahir ke dunia ini.