Empat Waktu Ini Sangat Dianjurkan Membaca Surah Al-Ikhlas

Rabu, 16 Januari 2019 hikmah 1659 klik
Vanny Rosa Grafis:Vanny Rosa

Keutamaan dan kandungan surah Al-Ikhlas adalah menegaskan keesaan Allah sembari menolak semua bentuk penyekutuan terhadap-Nya. Surah ini memiliki kedudukan yang istimewa di sisi Allah dan Dia menjanjikan pahala yang besar bagi setiap orang yang membacanya. Karena itu, kita sangat dianjurkan untuk membaca surah ini, terutama dalam empat waktu berikut.

Pertama, ketika pagi dan sore hari. Keutamaan membaca surah Al-Ikhlas bersama mu’awwizatain di waktu pagi dan sore hari sebanyak tiga kali akan dijaga dari segala bentuk keburukan. Dari Mu’az bin Abdullah, dia berkisah bahwa suatu ketika dia disuruh membaca sebuah kalimat oleh Nabi Saw hingga tiga kali. Kemudian dia berkata;

فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَقُولُ قَالَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِى وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ

“Maka saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, apak yang harus aku baca?’ Nabi Saw berkata, ‘Qul huwallahu ahad dan mu’awwizatain ketika sore dan pagi sebanyak tiga kali, maka hal tersebut akan mencukupkanmu dari segala keburukan.” (HR. Abu Daud).

Kedua, sebelum tidur. Dari Aisyah, dia bekata;

أَنَّ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

“Nabi Saw ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surah Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surah Al-Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surah Al-Nas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari).

Ketiga, setelah shalat. Dari Uqbah bin ‘Amir, dia berkata;

أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ الْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ

“Rasulullah Saw memerintahkan padaku untuk membaca mu’awwizat setiap selesai shalat.” (HR. Nasai).

Keempat, ketika hendak meruqyah. Dari Sayidah Aisyah, dia berkata;

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ نَفَثَ فِى كَفَّيْهِ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَبِالْمُعَوِّذَتَيْنِ جَمِيعًا ، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ ، وَمَا بَلَغَتْ يَدَاهُ مِنْ جَسَدِهِ . قَالَتْ عَائِشَةُ فَلَمَّا اشْتَكَى كَانَ يَأْمُرُنِى أَنْ أَفْعَلَ ذَلِكَ بِهِ

“Rasulullah ketika hendak tidur, beliau meniupkan ke telapak tangannya sambil membaca ’Qul huwallahu ahad’ (surah Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surah Al-Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surah Al-Nas). Kemudian beliau mengusapkan ke wajahnya dan seluruh tubuhnya. Aisyah berkata, ‘Ketika beliau sakit, beliau menyuruhku melakukan hal tersebut kepada beliau.” (HR. Bukhari).