Inilah Macam-Macam Doa Takziyah

Kamis, 27 Desember 2018 doa 6700 klik
Juriyanto Teks:Juriyanto
Faza Grafis:Faza

Saat ada saudara, tetangga atau teman kita yang tertimpa musibah kematian salah seorang keluarganya, kita dianjurkan untuk melayatnya. Dalam Islam, melayat orang yang tertimpa musibah kematian disebut dengan takziyah. Para ulama sepakat bahwa takziyah hukumnya adalah sunnah dan termasuk perbuatan yang sangat terpuji.

Salah satu tujuan takziyah dianjurkan adalah agar kita bisa mendoakan mayit yang meninggal dan keluarga yang ditinggalkan. Para ulama telah menyebutkan beberapa macam doa takziyah yang dianjurkan untuk dibaca saat kita bertakziyah.

Dalam kitab al-Minhaj, Imam Nawawi (w. 676 H) menyebutkan macam-macam doa takziyah sebagai berikut;

1. Jika kita bertakziyah kepada orang Muslim atas kematian keluarganya yang Muslim, maka kita dianjurkan membaca doa takziyah berikut;

أَعْظَمَ اللَّهُ أَجْرَكَ وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لِمَيِّتِكَ

“Semoga Allah memperbesar pahalamu dan menjadikan baik musibahmu serta mengampuni mayitmu (orang yang meninggal).”

2. Jika kita bertakziyah kepada orang Muslim atas kematian keluarganya yang non-Muslim, maka kita dianjurkan untuk membaca doa takziyah berikut;

أَعْظَمَ اللَّهُ أَجْرَكَ وَصَبَّرَكَ

“Semoga Allah memperbesar pahalamu dan memberikan kesabaran kepadamu.”

3. Jika kita bertakziyah kepada non-Muslim atas kematian keluarganya yang Muslim, maka kita dianjurkan membaca doa takziyah berikut;

غَفَرَ اللَّهُ لِمَيِّتِكَ وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ

“Semoga Allah mengampuni mayitmu (orang yang meninggal) dan menjadikan baik musibahmu.”

Di dalam kitab al-Hawi al-Kabir, Imam al-Mawardi (w. 450 H) menambahkan satu macam doa takziyah sebagaimana berikut;

4. Jika kita bertakziyah kepada non-Muslim atas kematian keluarganya yang non-Muslim, maka kita dianjurkan untuk mengucapkan doa takziyah berikut;

أَخْلَفَ اللَّهُ عَلَيْكَ وَلَا نَقَصَ عَدَدَكَ

“Semoga Allah SWT mengganti atas kamu dan tidak mengurangi hitunganmu.”

Demikian macam-macam doa takziyah sebagaimana telah disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab al-Minhaj dan Imam al-Mawardi dalam kitab al-Hawi al-Kabir. Macam-macam doa takziyah tersebut dibaca sesuai agama orang yang meninggal dan keluarga yang ditinggalkan. (Muhammad Juriyanto)