Belajar Merayu Tuhan Kepada Abu Nawas

Kamis, 24 Januari 2019 doa 296 klik
Hilmy Firdausy Teks:Hilmy Firdausy
Faza Grafis:Faza

Abu Nawas mungkin dikenal sebagai seorang yang lucu dan penuh dengan anekdot. Tapi siapa sangka, Abu Nawas sebenarnya adalah seorang sufi. Semasa hidupnya, Abu Nawas dikenal dekat dengan raja dan pemerintahan. Kalam nasehat dan celetukan-celetukannya yang penuh hikmah menjadikan Abu Nawas sebagai sosok penting kala itu di tengah-tengah masyarakat.

Salah satu syair yang terkenal, yang konon katanya disusun oleh Abu Nawas adalah Syair Ilahi Lastu... Syair ini hingga hari ini terus dibaca oleh umat Islam, khususnya di Indonesia. Di daerah Jawa bagian timur, syair Abu Nawas rutin dibaca setelah selesai shalat Jum’at. Syair Abu Nawas tersebut, selain sederhana dan mudah dipahami, juga mengandung unsur makna yang dalam terkait ketidakberdayaan seorang hamba di hadapan Tuhannya.

Berikut bunyi syairnya:

إِلَهِيْ لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلًا # وَلَا أَقْوَي عَلَى نَارِ الْجَحِيْمِ فَهَبْ لِيْ تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبِيْ # فَإِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ الْعَظِيْمِ ذُنُوْبِيْ مِثْلُ أَعْدَادِ الرِّمَالِ # فَهَبْ لِيْ تَوْبَةً يَا ذَا الْجَلَالِ وَعُمْرِيْ نَاقِصٌ فِي كُلِّ يَوْمٍ # وَذَنْبِيْ زَائِدٌ كَيْفَ احْتِمَالِ

Tuhanku, Aku tak layak menjadi penghuni Firdaus

dan juga tak kuat menghadapi api Neraka Jahim...

Maka terimalah taubat dan ampuni dosaku,

Karena Engkau adalah Maha pengampun dosa...

Dosaku bertebaran layaknya pasir,

Terimalah taubatku wahai Dzat yang penuh keagungan...

Tiap hari umurku terus berkurang,

Sedangkan dosaku terus bertambah; bagaimana aku akan memikulnya?

Syair yang disusun oleh Abu Nawas di atas adalah Syair rayuan kepada Tuhan agar Dia berkenan mengampuni dosa-dosa manusia yang terlampau banyak. Dalam bair-bait syair di atas kita mendapati kecerdasan dan kepiawaian Abu Nawas dalam menggunakan kata dan menyusun narasi. Seluruhnya teruntai menjadi satu susunan rayuan maut yang “memaksa” Tuhan untuk mengampuni dosa-dosa pembacanya.