Yuk, Yasinan Malam Jumat

Kamis, 31 Januari 2019 diskusi 2742 klik
Faza Grafis:Faza

Meme provokatif kembali disebar melalui media sosial. Isinya tentang ajakan membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat. Selain itu, meme itu juga menyatakan membaca surat Yasin bukan ajaran Nabi SAW. Tetapi ajaran para kiai di Indonesia. Di akhir meme dikatakan, “Jadi, anda milih ikutin perintah siapa?”

Sayang sekali jika keindahan Islam harus dikotori oleh kampanye yang tidak didasari ilmu dan akhlak. Meme tersebut seperti sedang berusaha membenturkan “kiai” dengan “nabi”. Seakan para kiai adalah orang-orang yang tidak mengikuti ajaran Nabi SAW. Ini tentu fitnah yang sangat keji. Karena sejatinya, pada umumnya kiai-kiai di Indonesia adalah orang senantiasa mendidik, menuntun dan mengayomi umat sesuai ajaran Islam. Meme semacam itu merupakan upaya membuat umat jauh dari ulama.

Kembali kepada persoalan Yasin. Apakah Rasulullah SAW tidak mengajarkan membaca surat Yasin? Apakah haram membaca surat Yasin pada malam Jumat? Apakah dianjurkan membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat?

Sebelum membahasnya, umat muslim di Indonesia lebih akrab membaca surat Yasin di malam Jumat ketimbang membaca surat al-Kahfi. Surat Yasin sudah mandarah daging di tengah masyarakat muslim. Namun akhir-akhir ini terdapat sebagian orang yang menganggap bahwa membaca surat Yasin di malam Jumat tidak memiliki dasar sama sekali dalam agama. Mereka menganggap bahwa di malam Jumat, Rasulullah SAW hanya menganjurkan membaca surat al-Kahfi saja, berdasarkan hadis Nabi SAW:

من قرأ سورة الكهف يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين

Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, cahaya akan meneranginya di antara dua Jumat (HR. Al-Hakim).

 

Dari hadis ini memang ketika malam Jumat dianjurkan untuk membaca al-Kahfi. Lantas apakah dalam hadis tersebut terdapat larangan membaca surat Yasin? Tentu tidak ada. Bahkan, terdapat riwayat hadis yang menyebutkan anjuran membaca Yasin pada malam Jumat.

Terdapat beberapa riwayat mengenai keutamaan membaca surat Yasin. Di antaranya riwayat Ibnu Hibban dari sahabat Jundub,

عَنْ جُنْدُبٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ قَرَأَ يس فِي لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ غُفِرَ لَهُ»

Dari Jundub, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat Yasin pada suatu malam karena mengharap keridhaan Allah maka ia akan diampuni pada malam itu. (HR. Ibnu Hibban dalam Shahih-nya).

Dalam hadis ini djelaskan bahwa membaca Yasin pada waktu malam memiliki keutamaan. Yaitu diampuni dosa-dosa orang yang membacanya. Hal ini dengan syarat, niatnya adalah untuk mendapatkan ridha Allah azza wa jalla. Keterangan tentang keutamaan membaca Yasin pada malam Jumat disebutkan oleh Imam Al-Qurtubi, seorang ahli hukum bermazhab Maliki dan juga ahli tafsir terkemuka, dalam kitab tafsirnya, al-Jami’ li Ahkam al-Qur`an. Beliau mengatakan,

وَذَكَرَ الثَّعْلَبِي عَنْ أَبِي هُريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (من قرأ سورة يس ليلة الجمعة أصبح مغفورا له)

Al-Tsa’labi menuturkan dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat Yasin pada malam Jumat, maka dia akan masuk pagi dalam keadaan diampuni dosanya.”  (Tafsir Al-Jami’ Li Ahkam Al-Quran Li Al-Qurtubi, jilid 3, hlm. 15)

Dari hadis diatas, kita dapat mengetahui bahwa membaca surat Yasin juga memiliki keutamaan begitu besar. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya agar membaca surat Yasin setiap malam. Namun seringkali masyarakat awam tidak menyadarinya dan sering mengabaikannya. Karena itu, seandainya tidak mampu membacanya setiap malam, seseorang boleh membacanya pada malam Jumat. Di sini, baik yang membaca surat Yasin maupun al-Kahfi, keduanya sama-sama mengharapkan ridha dari Allah SWT. Keduanya berpahala dan mengamalkan ajaran Rasulullah SAW. Tidak perlu dipertentangkan seakan-akan membaca Al-Kahfi adalah ajaran Nabi SAW dan membaca Yasin hanya sekadar ajaran kiai. Membaca Yasin dan Al-Kahfi keduanya sama-sama bersumber dari Nabi SAW. Wallahu a’lam. (Amin Nur Hakim).