Tahap Penurunan Al-Quran, Ramadan Adalah Bagian Terpenting!


Ramadan adalah bulan Al-Quran. Bulan dimana Al-Quran diturunkan kepada Rasulullah SAW. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Qs. Al-Baqarah: 185, Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).

Dalam kenyataannya, Al-Quran diturunkan kepada Rasulullah SAW selama beliau berdakwah sejak era Mekah hingga era Madinah. Kurang lebih 23 tahun. Lalu, bagaimana sebenarnya proses penurunan Al-Quran? Menyimak beberapa ayat yang berkenaan dengan turunnya al-Quran, diketahui bahwa al-Quran diturunkan melewati proses bertahap. Berikut adalah tahap-tahap penurunan Al-Quran:

Pertama, al-Quran diturunkan secara keseluruhan dengan ditempatkan oleh Allah di Lauh al-Mahfuzh, tempat catatan segala ketentuan Allah SWT. Kapan terjadinya pada tahap ini tidak diketahui, kecuali oleh Allah SWT sendiri. Hal ini merujuk kepada firman Allah SWT,

بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مُّجِيْدٌ (21) فِيْ لَوْحٍ مَّحْفُوْظٍ (22)

“Bahkan yang didustakan mereka itu ialah al-Quran yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh”. (Qs. Al-Buruj: 21-22).

Kedua, al-Quran diturunkan oleh Allah secara keseluruhan, pada suatu malam, dari Lauh Mahfuzh menuju langit dunia, di sebuah tempat yang disebut Baitul Izzah. Tahap ini terjadi tepat pada bulan Ramadan, tetapi tidak diketahui, bahkan dirahasiakan, waktu dan tanggalnya. Allah SWT berfirman,

اِنَّآ اَنْزَلْنهُ فِيْ لَيْلَةِ اْلقَدْرِ

“Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan.” (Qs. Al-Qadar: 1).

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda,

اُنْزَلَ اْلقُرْأنَ جُمْلَةً وَاحِدَةً اِلىَ سَمَآءِ الدُّنْيَا وَكَانَ بِمَوَاقِعِ النُّجُوْمِ وَكَانَ اللهُ يَنْزِلُهُ عَلىَ رَسُوْلِهِ بَعْضَهُ فِيْ بَعْضٍ

“Al-Quran diturunkan secara sekaligus ke langit dunia, dan hal itu adalah seperti perpindahan bintang-bintang. Allah menurunkannya kepada Nabi Muhammad SAW sedikit demi sedikit “. (HR. Al-Hakim).

Ketiga, al-Quran diturunkan oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril dari Baitul Izzah kepada Rasulullah SAW secara berangsur-angsur menurut kebutuhan (asbabun nuzul) selama 23 tahun, Yaitu 13 tahun periode Makkah, dan 10 tahun di Madinah. Allah SWT berfirman,

وَقُرْآنً فَرَقْنهُ لِتَقْرَأَهُ عَلىَ النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنهُ تَنْزِيْلًا

“Dan Al-Quran itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kami menbacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian” (Qs. Al-Isra: 106).

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Lailatulkadar adalah malam turunnya al-Quran pada tahap kedua, yaitu dari Lauh Mahfuzh ke Baitul Izzah. (HM. Afif Al Mubarok).