Syarat Penyempurna Seorang Mujtahid

Jumat, 28 September 2018 diskusi 2407 klik
Hilmy Firdausy Teks:Hilmy Firdausy
Faza Grafis:Faza

Mujtahid adalah orang yang melakukan ijtihad. Selain harus Islam, baligh, berakal dan adil, ada lagi beberapa syarat terkait penguasaan ilmu yang harus dimiliki oleh seorang Mujtahid; paham ilmu terkait al-Qur’an dan Hadis, menguasai Bahasa Arab dan Ushul Fikih sekaligus tahu ijma’-ijma’ ulama yang telah ada sebelumnya.

Namun, untuk menyempurnakan proses ijtihadnya, seorang Mujtahid juga dianjurkan untuk menguasai beberapa hal lainnya yaitu:

Mengetahui al-Bara’ah Al-Ashliyyah (hukum asal). Yaitu seputar hal-hal yang belum diatur dan dijelaskan hukumnya oleh syariat. Entah karena ia belum disebutkan secara jelas, atau ia belum memenuhi syarat-syarat untuk dihukumi sesuatu. Jadi tidak boleh asal menghukumi ini wajib, ini haram dan seterusnya.

Mengetahui Maqashid al-Syariah (tujuan/maksud syariah). Apa rahasia di balik regulasi waris? Apa hikmah yang ada di balik aturan rukhsoh (keringanan hukum) berupa bolehnya menqashar sholat dan tidak berpuasa ketika kita sedang ada di perjalanan sejauh 80 km? Nah seorang mujtahid harus paham soal ini.

Mengetahui kaidah-kaidah umum (al-Qawa’id al-Kulliyah). Yakni kaidah yang disarikan dari berbagai kejadian dan hukum, yang kemudian diringkas dalam satu teori umum. Ini biasanya ada dalam qawa’id ushuliyyah dan qawa’id fiqhiyyah.

Mengetahui letak perbedaan pendapat. Selain itu, seorang Mujtahid harus paham mengenai mawadli’ul ikhtilaf (letak-letak perbedaan) yang terjadi di kalangan para ulama. Dengan mengetahui hal itu, diharapkan seorang Mujtahid mampu menganalisis argumentasi di antara kedua belah pihak dan mampu menemukan solusi atau jalan keluar bagi perbedaan yang ada.

Mengetahui kebiasaan (‘urf) yang tengah berlangsung. Selain harus jeli dalam membaca teks-teks keagamaan, seorang Mujtahid haruslah peka terhadap kondisi masyarakat atau mukallaf yang merupakan obyek hukum. Kepekaan dan pemahaman terhadap tradisi dan kebiasaan masyarakat dapat membantu seorang Mujtahid untuk bijak dalam merumuskan hukum dan menerapkannya.

Itulah syarat-syarat pelengkap yang harus dimiliki seorang Mujtahid? Bagaimana? Susah kan jadi Mujtahid?