Perbedaan makna Ar-Rahman dan Ar-Rahim

Kamis, 28 November 2019 diskusi 89 klik
Faza Grafis:Faza

Al-‘Allamah Ibnul Qayyim telah membawakan pendapat bahwa ar-Rahman menunjukkan sifat yang terkandung pada Zat, sedangkan ar-Rahim menunjukkan atas keterkaitan sifat tersebut (rahmat) dengan makhluk yang dirahmati.

Ada pula ulama yang mengatakan bahwa ar-Rahman artinya kasih sayang Allah secara umum kepada seluruh makhluknya di dunia, sedangkan ar-Rahim artinya kasih sayang Allah secara khusus kepada orang-orang beriman saja di akhirat. (“Kitab Istigfar”, Kaserun As Rahman hal.184)

Dengan demikian, lafal ar-Rahman tidak diungkapkan dalam bentuk muta’adi (perlu objek). Sementara lafal ar-Rahim diungkapkan dengan menyebutkan objek. Allah Swt berfirman :

وكان بالمؤمنين رحيما

“dan Dia Maha penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Ahzab : 43)

Dalam ayat tersebut tidak dikatakan Rahmanan, namun Allah nyatakan Rahiiman. Maka dari itu dapat dipahami bahwa kasih sayang Allah itu ada yang umum (ar-rahmah al-‘ammah) dan ada yang khusus (ar-rahmah al-khashshah).

Ar-rahmah al-‘ammah: kasih sayang yang Allah berikan secara umum kepada seluruh makhluk-Nya tanpa terkecuali.

Sifat ini dikaitkan dengan sifat al-‘ilmu dalam firman Allah Swt

ربنا وسعت كل شئ رحمة وعلما

“Wahai Tuhan Kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu...” (Ghafir : 7)

Ilmu Allah meliputi segala sesuatu. Dengan demikian, rahmat (kasih sayang)-Nya juga dirasakan oleh segala sesuatu tersebut. Kasih sayang jenis ini dirasakan secara fisik selama di dunia, seperti makanan, minuman, pakaian dan lain-lain. Jadi, Allah mengasihi semua makhluk-Nya di dunia maupun di akhirat.

Ar-rahmah al-khashshah: kasih sayang Allah yang khusus diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Kasih sayang jenis ini bersifat imaniah diniah duniawiah ukhrawiah, berupa taufik untuk mengerjakan keta’atan, kemudahan dalam beramal kebajikan, keteguhan diatas iman, petunjuk menuju jalan yang lurus serta kemuliaan dengan dimasukkan ke dalam surga dan dibebaskan dari siksa neraka. (“Kitab Istigfar”, Kaserun As Rahman hal.185)

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa rahmat Allah bagi orang-orang kafir hanya sebatas di dunia saja. Sedangkan bagi orang-orang yang beriman Allah mengkhususkan rahmat-Nya, keutamaan dan kebaikan-Nya. Allah juga memuliakan mereka dengan ampunan dan penghapusan dosa.