Model Penulisan Kitab Hadis


Berapa kitab hadis yang kamu ketahui? Asal kamu tahu, kitab hadis tidak hanya enam seperti Kutubus Sittah, ada banyak sekali kitab hadis yang bertebaran, yang sebenarnya sudah bisa kita akses dan baca. Yang menarik dari banyaknya kitab hadis adalah metode dan model penulisannya. Ada kitab hadis yang memuat tema-tema begitu lengkap mulai dari shalat hingga hadis-hadis makanan-minuman. Namun ada juga kitab hadis yang hanya berisi hadis-hadis ibadah saja.

Pada kesempatan kali ini, yuk mengenal model-model penulisan kitab hadis yang ada;

1. Kitab Jami’ atau Jawami’

Karakteristik kitab model jami' adalah kitab hadis tersebut mengumpulkan semua bab hadis; mulai dari aqidah, fiqih, sejarah, dan adab atau akhlaq. Seperti misalnya kitab al-Jami' as-Shahih karya Imam Bukhari (w. 256 H), al-Jami' as-Shahih karya Imam Muslim (w. 261 H), Jami' at-Tirmidzi karya Imam at-Tirmidzi (w. 279 H).

2. Kitab Muwatta'at atau Muwatta'

Muwatta' secara bahasa artinya yang tersepakati. Yakni sejenis kitab hadis yang telah diuji validitasnya oleh consensus ulama di zamannya. Kitab model muwatta' biasanya disusun sesuai dengan bab fiqih. Isinya pun beragam; hadis marfu', mauquf dan maqthu'. Artinya kitab ini tidak hanya menyuguhkan Hadis Nabi, namun juga Atsar Shahabat dan Tabiin. Pengertian muwattha' ini sama persis dengan pengertian mushannaf.

Contohnya adalah kitab Muwattha' karya Imam Muhammad bin Abdurrahman atau terkenal dengan Ibnu Abi Dziab (w. 158 H), kitab Muwattha' karya Imam Malik bin Anas (w. 179 H), kitab Muwattha' karya Imam Abu Muhammad Abdullah bin Muhammad al-Maruzi (w. 293 H).

Contoh mushannaf adalah Mushannaf Abu Salamah Hammad bin Salamah bin Dinar (w. 167 H), Mushannaf Ibn Abi Syaibah (w. 235 H), Mushannaf Abu Bakar Abdurrazzaq (w. 211 H).

3. Kitab Musnad

Musnad adalah model penulisan hadis disusun berdasarkan perawi sahabat. Beberapa contoh kitab musnad: kitab Musad Imam Ahmad (w. 241 H), Musnad Abu Daud at-Thayalisi (w. 204 H), Musnad as-Syafi'i (w. 204 H), Musnad Ishaq bin Rahawaih (w. 238 H), Musnad Abu Ya'la al-Mushili (w. 307 H) dan lain sebagainya. Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H) dalam Musnadnya diawali dengan saahabat yang telah dijamin masuk surga, dari Musnad Abu Bakar, Musnad Umar, Musnad Utsman, Musnad Ali dan seterusnya.

4. Kitab Sunan

Sunan adalah kitab hadis yang menyuguhkan hadis-hadis marfu’ dan disusun berdasarkan bab-bab fiqih. Beberapa contoh kitab sunan adalah: Sunan Said bin Manshur (w. 227 H), Sunan ad-Darimi (w. 255 H), Sunan Ibn Majah (w. 273 H), Sunan Abi Daud (w. 275 H), Sunan an-Nasai atau al-Mujtaba (w. 303 H), Sunan ad-Daraquthni (w. 385 H), Sunan Baihaqi (w. 458 H) dan lainnya.

5. Kitab Sahih

Kitab Sahih adalah kitab yang berisi hadis-hadis yang oleh pengarangnya dijamin berkualitas sahih. Contoh kitab sahih yang paling terkenal adalah: Sahih al-Bukhari karya al-Bukhari (w. 256 H), Sahih Muslim karya Muslim bin Hajjaj (w. 261 H), Sahih Ibn Khuzaimah karya Ibn Khuzaymah (w. 311 H), Sahih Ibn Hibban karya Ibn Hibban (w. 354 H).

6. Kitab Al-Mustadrak

Mustadrak adalah kitab yang berisi hadis-hadis yang telah diseleksi oleh pengarangnya dengan metode atau syarat-syarat kitab hadis tertentu. Misalnya Mustadrak al-Hakim karya Imam al-Hakim an-Naisaburi (w. 405 H). Imam Hakim menambahkan hadis-hadis lain yang tidak terdapat dalam dua kitab sahih, Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, namun memenuhi syarat hadis sahih sebagaimana yang diterapkan oleh kedua Imam.

7. Kitab Al-Mustakhraj

Mustakhraj adalah kitab hadis tempat sang pengarang menuliskan kembali hadis-hadis kitab lain tetapi dengan sanad penulis sendiri, bukan sanad kitab lain. Misalnya: kitab al-Mustakhraj ala Shahih al-Imam Muslim karya Abu Naim al-Ashbahani (w. 430 H). Imam Abu Naim al-Ashbahani menuliskan hadis-hadis Sahih Muslim tetapi dengan sanad lain, bukan sanad Imam Muslim (w. 261 H).

Itulah beberapa model penulisan kitab hadis yang kita kenal hari ini. Masing-masing model tentu memiliki kekurangan dan kelebihannya. Model atau metode penulisan hadis samasekali tidak terkait dengan kualitas hadisnya lho ya!