Mana yang Lebih Utama, Banyak Istigfar Atau Shalawat?


Kita dianjurkan agar memperbanyak istighfar dan shalawat. Memperbanyak istighfar tujuannya agar Allah mengampuni dosa-dosa kita, sedangkan tujuan bershalawat salah satunya agar kita mendapat syafaat pada hari kiamat nanti. Namun demikian, jika ada pertanyaan, mana yang lebih utama (afdhal), memperbanyak istighfar atau bershalawat?  

Masalah ini telah dijelaskan oleh imam al-Ramli dalam kitab Fatawa al-Ramli yang ditulis oleh anaknya, Syamsudin Muhammad bin Abu al-‘Abas Ahmad bin Hamzah Syihabuddin al-Ramli.

(سُئِلَ) هَلْ الْأَفْضَلُ الِاشْتِغَالُ بِالِاسْتِغْفَارِ أَمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى النَّبِيِّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - أَوْ يُفَرَّقُ بَيْنَ مَنْ غَلَبَتْ طَاعَاتُهُ فَالصَّلَاةُ لَهُ أَفْضَلُ أَمْ مَعَاصِيهِ فَالِاسْتِغْفَارُ لَهُ أَفْضَلُ؟ (فَأَجَابَ) بِأَنَّ الِاشْتِغَالَ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى النَّبِيِّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - أَفْضَلُ مِنْ الِاشْتِغَالِ بِالِاسْتِغْفَارِ مُطْلَقًا.

Imam Ramli ditanya, mana yang lebih utama, menyibukan diri beristighfar atau bershalawat kepada Nabi SAW? Ataukah dibedakan antara orang yang ketaatannya lebih banyak itu lebih utama bershalawat, sedangkan bagi yang maksiatnya lebih banyak itu lebih utama beristighfar? Beliau menjawab, bahwa menyibukkan diri bershalawat itu lebih utama ketimbang menyibukkan diri beristighfar (ini berlaku mutlak—terlepas apakah seseorang lebih banyak ketaatannya ataukah maksiatnya).    

Demikianlah pernyataan imam al-Ramli bahwa bershalawat lebih utama ketimbang beristighfar. Namun perlu dipahami bahwa hal ini tidak berarti bahwa kita mesti meninggalkan istighfar dan menggantinya dengan shalawat secara total. Kedua amalan tersebut memiliki porsinya masing-masing. Akan tetapi, jika dibandingkan antara keduanya, maka menurut imam al-Ramli, bershalawat lebih utama ketimbang beristighfar.  (Mujiburrahman).