Hikmah Yasinan Malam Jumat Menurut Ustad Abdus Shomad

Kamis, 7 Februari 2019 diskusi 142 klik
Faza Grafis:Faza

Masyarakat Indonesia lebih lekat dengan membaca Yasin di malam Jumat ketimbang membaca surat al-Kahfi, dan itu sah-sah saja karena taka da dalil yang melarangnya. Namun oleh sebagian orang amaliah ini ditentang dengan alasan tak bersumber dari Nabi.

Ustaz Abdus Shomad menjelaskan kenapa kita membaca surat Yasin, disebutkan dalam kitab Tafsir al-Qur`an il-‘Adzîm karya Imam Ibnu Katsir satu hadis yang berbunyi:

مَنْ قَرَأَ يس فِي لَيْلَةٍ أَصْبَحَ مَغْفُوْرًا لَهُ

Siapa yang membaca surat Yasin pada satu malam, maka pada waktu subuhnya dia sudah diampuni oleh Allah.

Dari hadis diatas, Ust. Abdus Shomad menyimpulkan siapa yang membaca surat Yasin pada malam hari maka paginya diampuni, begitupun jika kita membaca Yasin pada siang hari, maka petang harinya kita akan diampuni oleh Allah, tidak ada waktu khusus untuk membaca Yasin.

Lantas apa hukum membacanya khusus pada malam Jumat? Ust Abdus Shomad menjawab, Nabi tidak mengatakannya pada malam Jumat, namun setiap malam baca Yasin, akan tetapi karena tak sanggup tiap malam, dipilihnya malam Sayyidul Ayyam yaitu Malam Jumat.

Kemudian beliau mengutip kembali dari Tafsir Ibnu Katsir,

قَالَ بَعْضُ الْعُلَمَاءِ: مِنْ خَصَائِصِ هَذِهِ السُّوْرَةِ أَنَّهَا لَا تُقْرَأُ عِنْدَ أَمْرٍ عَسِيْرٍ إِلَّا يَسَّرَهُ اللهُ تَعَالَى

Sebagian ulama mengatakan, di antara kekhususan surat ini, sesungguhnya surat Yasin tidak dibacakan ketika mendapatkan perkara yang sulit melainkan oleh mudahkan perkara tersebut.

Mengapa Ust. Abdus Shomad mengutip dari Tafsir Ibnu Katsir, karena Ibnu Katsir merupakan ahli tafsir sekaligus ahli hadis, beliau paling selamat dari riwayat-riwayat palsu.

Kemudian dalam surat Yasin itu kita sedang diingatkan dalam tiga ayat, yaitu

وَإِن كُلٌّ لَّمَّا جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ

Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami (32)

إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ

Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami (53)

لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُندٌ مُّحْضَرُونَ

Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka (75)

Dari kata محضرون (Kamu akan didatangkan menghadap Allah Swt) menjadi sebuah renungan bagi kita bahwa semua manusia, termasuk kita semua, akan meninggal dan menghadap Allah SWT, disanalah amal kita akan dihadapkan kepada Allah Swt.

Begitupula menjadi renungan bagi kita, mungkin di dunia kita ini adalah orang yang pandai bersilat lidah, menghindari kesalahan dengan mulut kita, bahkan jika tak mampu menghindari kesalahan dengan mulut, kita pun membayar pengacara untuk membela kita. Namun semua itu tak ada gunanya di akhirat kelak. Surat Yasin ayat 65 mengingatkan kita:

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Artinya, “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

Orang yang membaca surat Yasin akan merenungi ayat-ayat diatas, sehingga hal tersebut menambahkan keimanannya, memperkecil kebrutalannya dan kejahatannya.

Kemudian setelah kita meninggal, jasad telah menjadi bangkai dan dimakan cacing, hingga tinggallah tulang-belulang yang ada, mampukah Allah menghidupkan kita kembali, surat Yasin ayat 82 mengingatkan kita:

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Artinya: Sesungguhnya urusannya-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, Jadilah! Maka jadilah ia.

Kemudian, apa hukum membacanya bersama-sama? Sebagaimana masyarakat Indonesia sering melaksanakannya di malam Jumat.

Ust. Abdus Shomad mengutip dari kitab al-Majmu’ syarh Muhadzzab, Imam an-Nawawi dari kalangan Syafi’iyyah menyebutkan bahwa hukumnya adalah La ba`sa bihi atau tidak apa-apa jika dilakukan. Dari mazhab lain yaitu mazhab Hanbali, ada Imam Ibnu Taimiyyah, beliau menyebutkan dalam Majmu’ Fatawa hukum membaca Yasin bersama-sama boleh.

Setelah membaca surat Yasin bersama-sama kita diajak untuk berdoa bersama-sama pula. Apa dalilnya? Ust. Abdus Shomad menyebutkan hadis yang diriwayatkan Imam al-Baihaqi dari Sunan al-Kubra`:

لَا يَجْتَمِعُ مَلَأٌ فَيَدْعُو بَعْضُهُمْ وَيُؤَمِّنُ سَائِرُهُمْ إِلَّا أَجَابَهُمُ اللهُ

Artinya: Tidaklah berkumpul orang banyak, kemudian sebagian dari mereka berdoa dan yang lain mengaminkannya, melainkan Allah kabulkan doa mereka.

Begitupula dalam kitab ad-Du’a` karya Imam ath-Thabrani disebutkan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وأبي سعيد الخدري رضي الله عنهما، عن رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَعَالَى، إِلا حَفَّتْهُمُ الْمَلائِكَةُ، وَتَغَشَّتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِيمَنْ عِنْدَهُ."

Artinya: Dari Abu Khurairah dan Abu Sa’id al-Khudri, dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: Tidaklah suatu kaum berkumpul berzikir kepada Allah kecuali para malaikat mengelilingi mereka, rahmat menyelimuti mereka, turun kepada mereka ketenangan, dan Allah memuji mereka di hadapan makhluk yang ada didekatnya.

Demikianlah penjelasan Ust. Abdus Shomad mengenai membaca Yasin di malam Jumat, semoga kita termasuk orang-orang yang dapat mengamalkannya di setiap malam Jumat, bahkan di setiap malam dengan ridha Allah Swt. Amiin. (Amien Nurhakim).