Bolehkah Menangis Ketika Shalat?


Di antara kita mungkin pernah menjumpai orang yang shalat sambil menangis, baik karena khusyuk dan lain sebagainya. Lalu bagaimana hukumnya? Apakah hal itu dapat membatalkan shalat?

Terkait hal ini, ada hadis yang diriwayatkan al-Nasai, Abu Daud, dan beberapa ulama lainnya, yaitu:

عَنْ مُطَرِّفٍ ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ : أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَهُوَ يُصَلِّي ، وَلِجَوْفِهِ أَزِيزٌ كَأَزِيزِ الْمِرْجَلِ يَعْنِي يُبْكِي.

Dari Mutharrif dari bapaknya, ia berkata, Aku mendatangi Nabi SAW ketika beliau sedang shalat. Dan di rongga mulutnya seolah terdapat suara air yang mendidih dalam bejana, yakni beliau menangis (dalam shalatnya).” (HR. Abu Daud)

Merujuk pada hadis ini, al-Shan’ani dalam Subulussalam mengatakan bahwa menangis ketika shalat tidaklah membatalkan. Sementara itu, imam al-Syafi’i, sebagaimana dikutip al-Shan’ani berpendapat bahwa apabila menangisnya sampai keluar dua huruf, maka hal itu membatalkan shalat.

Pendapat berbeda dikemukakan oleh Muhammad Syams al-Haq al-‘Adzim Abadi dalam kitab ‘Aunul Ma’bud Syarah Sunan Abu Daud bahwa menangis dalam shalat tidaklah membatalkan, baik itu keluar dua huruf ataupun tidak. Pendapat lain mengatakan bahwa jika menangisnya karena khusyuk, maka hal itu tidaklah membatalkan.

Demikinlah hukum shalat sambil menangis. Semoga bermanfaat. (Mujiburrahman)