Tata Cara Shalat Sunnah Isyraq

Jumat, 16 Agustus 2019 dakwah 2605 klik
Juriyanto Teks:Juriyanto
Faza Grafis:Faza

Shalat isyraq termasuk shalat sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan. Pelaksanaan shalat ini dilaksanakan pada saat matahari terbit sekira satu tombak atau lima belas menit setalah matahari terbit. Waktu pelaksanaan shalat ini sangat terbatas sekali karena jika matahari sudah mulai meninggi hingga melebihi hingga melebihi lima belas menit setelah matahari terbit, maka waktu Dhuha sudah masuk.

Anjuran untuk melakukan shalat ini berdasarkan hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

Siapa saja yang melaksanakan shalat Subuh, kemudian duduk berdzikir kepada Allah sampai matahari terbit, kemudian shalat dua rakaat, maka pahala shalatnya setara dengan pahala Haji dan Umrah yang sempurna (diulang tiga kali).

Adapun mengenai tata cara pelaksanaan shalat sunnah isyraq adalah sebagai berikut;

Pertama, niat melaksanakan shalat sunnah isyraq dua rakaat. Berikut niatnya;

أُصَلِّىْ سُنَّةَ اْلإِشْرَاقِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal isyraqi rak’ataini lillahi ta’ala.

Aku niat shalat sunnah isyraq dua rakaat karena Allah.

Kedua, pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah membaca surah Wad-Dhua dan pada rakaat kedua membaca surah Al-Insyirah.

Ketiga, kemudian setelah salam membaca doa berikut;

اَللَّهُمَّ يَا نُوْرَ النُّوْرِ بِالطُّوْرِ وَكِتَابٍ مَسْطُوْرٍ فِيْ رِقٍّ مَنْشُوْرٍ وَالبَيْتِ المَعْمُوْرِ أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ نُوْرًا أَسْتَهْدِيْ بِهِ إِلَيْكَ وَأَدُلُّ بِهِ عَلَيْكَ وَيَصْحَبُنِيْ فِيْ حَيَاتِيْ وَبَعْدَ الْاِنْتِقَالِ مِنْ ظَلاَم مِشْكَاتِيْ وَأَسْأَلُكَ بِالشَّمْسِ وَضُحَاهَا وَنَفْسِ مَا سِوَاهَا أَنْ تَجْعَلَ شَمْسَ مَعْرِفَتِكَ مُشْرِقَةً بِيْ لَا يَحْجُبُهَا غَيْمُ الْأَوْهَامِ وَلَا يَعْتَرِيْهَا كُسُوْفُ قَمَرِ الوَاحِدِيَّةِ عِنْدَ التَّمَامِ بَلْ أَدِمْ لَهَا الْإِشْرَاقَ وَالظُهُوْرَ عَلَى مَمَرِّ الْأَيَّامِ وَالدُّهُوْرِ وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاتِمِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ اللهم اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِإِخْوَاِننَا فِي اللهِ أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا أَجْمَعِيْنَ

Allohumma ya nuron nuri wa kitabim masthurin fi roqqim mansyurin wal baitil makmuri as-aluka an tarzuqoni nuron astahdi bihi ilaika wa adulla bihi ‘alaika wa yashabani fi hayati wa ba’dal intiqolo min dzolami misykati wa as-aluka bisy syamsi wa dhuhaha wa nafsin wama siwaha an taj’ala syamsa ma’rifatika musyriqotan bi la yahjubuha ghaimul awhami wala ya’tariha kusuful qomaril wahidiyah ‘indat tamami bal adim lahal isroqo wadz dzuhuro ‘ala mamarril ayyami wad duhuri wa shollillahumma ‘ala sayyidina muhammadin khotimil ambiya-i wal mursalina wal hamdulillahi robbil ‘alamin. Allohummaghfir lana wa liwalidina wa li-ighwanina fillahi wa amwatan ajma’ina.

 Ya Allah, wahai Cahayanya Cahaya, dengan wasilah  bukit Thur dan Kitab yang ditulis  pada lembaran yang terbuka, dan dengan wasilah  Baitul Makmur, aku memohon padamu atas cahaya yang dapat menunjukkanku kepada-Mu. Cahaya yang dapat mengiringi dalam hidupku dan menerangiku setelah berpindah dari kegelapan liang (kubur) ku. Dan aku meminta pada-Mu dengan wasilah matahari beserta cahayanya di pagi hari, dan kemuliaan yang wujud pada selain matahari, agar Engkau menjadikan matahari makrifat pada-Mu (yang ada padaku) bersinar menerangiku, tidak tertutup oleh mendung-mendung keraguan, tidak pula terlintasi gerhana pada rembulan kemahaesaan di kala purnama. Tapi jadikanlah padanya selalu bersinar dan selalu tampak, seiring berjalannya hari dan tahun. Dan berikanlah rahmat takdzim, wahai Allah, kepada junjungan kami Muhammad, sang pamungkas para nabi dan rasul. Dan segala puji hanya milik Allah tuhan penguasa alam. Ya Allah ampunilah kami, kedua orang tua kami serta kepada saudara-saudara kami seagama seluruhnya, baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal. (Jurianto)