Tanda-tanda Kamu Akan Menjadi Seorang Wali

Selasa, 29 Januari 2019 dakwah 1198 klik
Hilmy Firdausy Teks:Hilmy Firdausy
Faza Grafis:Faza

Seseorang disebut wali karena level kedekatan yang dicapainya dengan Allah SWT di atas rata-rata kedekatan manusia pada umumnya. Seorang wali adalah mereka yang benar-benar mampu merasakan kehadiran Allah SWT. Allah SWT bagi seorang wali bukan lagi sesuatu yang abstrak dan buram, namun tampak jelas dan benar-benar nyata hadir di dalam hati dan pikirannya.

Di dalam al-Qur’an, seseorang yang disebut wali pasti tidak pernah takut kepada selain Allah SWT dan tidak akan pernah bersedih. Dia tidak akan pernah takut kepada hal lain karena dia percaya dan tahu bahwa Allah SWT adalah Dzat yang maha perkasa dan satu-satunya Dzat yang layak untuk ditakuti. Dia juga akan selalu bahagia, tak pernah sedih, apalagi hanya untuk hal-hal yang bersifat duniawi.

Di alam kitab Masalik al-Abshar fi Mamalik al-Amshar, Ibn Fadhl menukil setidaknya ada lima sifat dan karakter utama yang dimiliki para wali. Sifat-sifat ini mungkin saja ada di dalam diri kamu. Kalau iya, berbahagialah karena kamu kemungkinan adalah seorang wali atau orang yang tengah dituntun untuk memiliki level kedekatan dan spiritualitas layaknya seorang wali:

  1. Tidak pernah galau urusan rejeki
  2. Tidak pernah mengeluh ketika sakit
  3. Selalu makan bersama-sama
  4. Tidak menyimpan dendam dalam hatinya
  5. Mudah menangis jika takut

Seorang wali tidak pernah galau dan risau masalah rejeki. Dengan sebuah kesadaran dan keyakinan yang bulat akan kehadiran dan kekuasaan Allah SWT, seorang wali memiliki rasa tawakkal yang lebih dahsyat dibandingkan manusia pada umumnya. Maka dari itu, dia tidak pernah terlalu memikirkan masalah rejeki dan ambisi-ambisi dunia lainnya.

Kebanyakan dari kita akan mengeluh kepada Tuhan ketika sakit, namun tidak bagi seorang wali. Dia akan selalu menganggap sakit yang dideritanya sebagai satu ujian yang akan membawanya pada level yang lebih tinggi kepada Tuhan. Seperti misalnya kisah Nabi Ayyub AS yang menderita sakit kulit namun dirinya tak pernah mengeluh, bahkan mensyukuri hal itu.Selalu makan bersama. Artinya seorang wali tidak pernah berpikir tentang dirinya sendiri. Dalam urusan makan maupun urusan yang lain, seorang wali tidak akan pernah dari memikirkan dan memperdulikan orang lain. Maka ketika ia memiliki masalah dengan orang lain, ia akan cepat sembuh. Tak ada dendam sedikitpun di hatinya.

Terakhir, seorang wali adalah orang yang mudah menangis karena hatinya begitu lembut dan sensitive. Ia akan menangis ketika takut. Takut kepada apa? Tentunya takut dan khawatir tidak mendapatkan ridho Allah SWT. Seperti Imam Tirmidzi, pengarang Sunan al-Tirmidzi, yang buta karena terlalu banyak tangisan yang muncul dari sifat wara’, zuhud dan tawakkalnya.

Itulah sifat-sifat wali yang harus senantiasa kita usahakan muncul dalam diri kita.