Nahjut Taysir, Kitab Ilmu Tafsir Asli Nusantara

Rabu, 8 Januari 2020 dakwah 137 klik
Faza Grafis:Faza

Judul lengkap kitabnya adalah نَهجُ التَّيسِير شَرح منظومة الزمزمى فى أصول التفسير (Nahj al-Taysir Syarh Manzhumah al-Zamzamy fi Ushul al-Tafsir.

Kitab tersebut ditulis oleh Sayyid Muhsin Ibn ‘Aly Ibn Abdirrahman al-Musawy al-Hadhramy. Ayah beliau merupakan asli Madinah yang kemudian hijrah ke Nusantara tepatnya ke Palembang. Beliau dilahirkan pada tahun 1905. Beliau mempelajari Islam pada masa mudanya di Jambi di madrasah Nurul Islam dan madrasah Sa’adatut Darain, kemudian pada tahun 1922, beliau pergi ke Mekkah untuk ibadah haji, kemudian menuntut ilmu di sana selama tujuh tahun. Selanjutnya beliau belajar di hadramaut dan mengajar di sana. Beliau wafat pada usia muda pada tahun 1935 dan dimakamkan di Mekkah.

Kitab tersebut merupakan syarahan untuk nazham al-Zamzamy tentang dasar-dasar ilmu tafsir. Cetakan untuk kitab Syarahan tersebut juga disertai dengan hasyiyah (catatan pinggir) dari dua ulama yang lain yaitu hasyiyah dari Sayyid ‘Alwi Ibn Sayyid ‘Abbas Ibn Abdul Azizi Ibn Muhammad al-Maliki al-Makki al-Hasany yang diberi judul Hasyiyah Faidh al-Khabir, serta Hasyiyah dari Syaikh Yasin al-Fadany yang juga salah satu ulama besar Nusantara. Cetakan kitab tersebut beserta dua hasyiyahnya terdiri 200 halaman yang membahas pokok-poko berkaitan dengan Alquran dan ilmu nya, dimulai dari pembahasan pengantar ilmu tafsir, ayat-ayat nasakh, sejarah penulisan mushaf Alquran, jumlah ayat Alquran dan sebab perbedaan hitungannya, keutamaan sebagian ayat Alquran, syarat-syarat menafsirkan Alquran, Makki madani, Asbabun nuzul, Qiraat, waqaf dan Ibtida’, Gharib, Mu’arrab, Majaz, Mafhum dan Manthuq, Muthlaq dan Muqayyad, Nasakh dan Mansukh, pembahasan tentang Uslub Alquran, serta diakhiri dengan ringkasan beberapa materi yang lain seperti Qasam, Jadal, Gharib, qishash, hukum menghadiahkan bacaan pahala Alquran dan ilmu-ilmu pecahan dari Alquran.

Format penjelasan Syarahan tersebut masih mengikuti pada redaksi dari bait-bait Syair nazhm al-Zamzamy, namun dipisahkan sesuai dengan tema pembahasan dan diberikan judul di atasnya. Pada bagian tertentu, Sayyid Muhsin juga menambahkan pembahasan di luar redaksi nazhm yang berkaitan dengan materi yang sedang dibahas. Dalam memberikan contoh-contoh berupa ayat Alquran, maka biasanya hanya disebutkan penggalan sebagian ayat saja, begitu juga dalam penyebutan hadis-hadis hanya disebutkan bagian yang penting saja serta tanpa menyebutkan sanad.

Jika melihat pada materi-materi yang dibahas dalam kitab tersebut, maka ia telah memuat cukup banyak materi-materi pokok dalam ilmu Alquran, secara garis besar, penyajian materi di dalamnya cukup ringkas dibandingkan dengan kitab-kitab seperti al-itqan dan al-Burhan, sehingga kitab tersebut cukup sesuai untuk pembelajaran tingkat awal ulumul Quran. Ditambah lagi dengan penjelasan dua hasyiyah di bawahnya yang menambah informasi lebih luas serta memuat penjelasan lebih lanjut terkait ayat Alquran dan hadis yang dikutip dalam kitab ini.