Kapan Disunahkan Mengangkat Tangan dalam Shalat?

Rabu, 12 Desember 2018 dakwah 209 klik
Mujiburrahman Teks:Mujiburrahman
Faza Grafis:Faza

Di dalam shalat, ada gerakkan wajib dan ada pula yang sunnah. Di antara gerakkan sunnah ialah mengangkat tangan. Lalu kapan saja kita disunnahkan mengangkat tangan dalam shalat? Perhatikan riwayat berikut ini.

عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ: «أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا كَبَّرَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا أُذُنَيْهِ، وَإِذَا رَكَعَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا أُذُنَيْهِ، وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ» فَقَالَ: «سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ» فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ

Dari Malik bin Huwairits, bahwa Nabi SAW jika hendak takbiratul ihram, beliau mengangkat kedua tangannya sampai sejajar dengan kedua telinganya. Jika hendak rukuk, beliau mengangkat kedua tangannya sampai sejajar dengan kedua telinganya. Dan jika hendak mengangkat kepalanya dari rukuk, beliau berkata: “Sami’a Allahu liman hamidah”. Sambil mengangkat kedua tangannya. (HR. Muslim).  

Melalui hadis di atas, dapat dipahami bahwa kesunnahan mengangkat tangan dalam shalat terdapat pada tiga tempat, yaitu; Pertama, ketika takbiratul ihram. Kedua,  ketika hendak rukuk, dan ketiga, ketika bangun dari rukuk.

Namun dalam riwayat lain dikatakan bahwa, selain pada tiga tempat tadi, Nabi SAW juga mengangkat kedua tangannya ketika bangun dari tasyahud awal. Hal itu sebagaimana dikatakan pada riwayat berikut.

عَنْ نَافِعٍ، أَنَّ ابْنَ عُمَرَ، كَانَ " إِذَا دَخَلَ فِي الصَّلاَةِ كَبَّرَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ، وَإِذَا رَكَعَ رَفَعَ يَدَيْهِ، وَإِذَا قَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَفَعَ يَدَيْهِ، وَإِذَا قَامَ مِنَ الرَّكْعَتَيْنِ رَفَعَ يَدَيْهِ "

Dari Nafi’ bahwa Ibn Umar apabila hendak memulai shalat, beliau bertakbir dan mengangkat tangannya. Dan apabila hendak rukuk, beliau mengangkat kedua tangannya. Dan apabila membaca “sami’Allah liman hamidah´, beliau mengangkat kedua tangannya. Dan apabila hendak bangun dari tasyahhud awal, beliau mengangkat kedua tangannya. (HR. Al-Bukhari).

Al-Nawawi mengatakan bahwa para ulama sepakat tentang kesunnahan mengangkat tangan saat takbiratul ihram. Namun, mereka berbeda pendapat pada selain takbiratul ihram. Imam al-Syafii, Ahmad dan mayoritas ulama dari kalangan sahabat dan generasi setelahnya mengatakan bahwa disunnahkan juga mengangkat tangan ketika hendak ruku’ dan ketika bangun darinya. Selain itu, dalam madzhab al-Syafii, ada pendapat yang mengatakan bahwa disunnahkan pula mengangkat tangan ketika hendak bangun dari tasyahhud awal. Pendapat ini mengacu pada riwayat imam al-Bukhari di atas.  

Demikianlah uraian singkat tentang kapan disunnahkannya mengangkat kedua tangan dalam shalat. (Mujiburrahman)