Hukum Mengetahui Sifat Wajib Allah

Senin, 5 Agustus 2019 dakwah 1802 klik
Ida Mahmudah Teks:Ida Mahmudah
Faza Grafis:Faza

Sebagai muslim, khususnya dalam ruang lingkup faham Asy'ariyyah dan Maturidiyyah yaitu pengikut faham Abu Hasan al Asy'ari dan Abu Manshur al Maturidi dalam bidang Aqidah, diwajibkan untuk mengetahui sifat-sifat yang wajib bagi Allah beserta dalil-dalil aqli (akal) dan naqli nya (Al-Qur'an atau Hadits).

Sebagaimana diketahui, Allah SWT adalah Dzat yang wajib bagi-Nya segala sifat kesempurnaan (al-kamalat), dan mustahil bagi-Nya segala sifat kekurangan (an-naqa’ish). Sebab, apabila Allah mempunyai sifat kekurangan maka otomatis Dia tidak layak disebut Tuhan yang haq untuk disembah, karena sifat kekurangan hanya terdapat pada makhluq saja, dan ini akan menimbulkan "Mumatsalah", yaitu serupanya Allah sebagai Khaliq dan Makhluq.

Di dalam kitab Tijan ad-Daroriy halaman 3 karangan Syaikh Ibrahim al Bajuriy disebutkan, wajib ain bagi setiap muslim yang mukallaf (baligh, berakal) tidak terkecuali bagi golongan orang awam,  mengetahui sifat-sifat wajib, mustahil dan jaiz bagi Allah SWT beserta dalil aqli dan naqli nya.

Berdasarkan yang penulis ketahui, jumlah sifat yang wajib adanya bagi Allah adalah 20 (dua puluh) sifat, kemudian para Ulama membagi kedalam empat bagian;

  1. Sifat Nafsiyyah yaitu sifat yang menunjuk langsung kepada Dzat Allah, yakni sifat Wujud.
  2. Sifat Salbiyyah, diambil dari kata salaba - yaslubu yang artinya merenggut atau mencabut. Jadi, sifat Salbiyyah adalah sifat yang mencabut segala hal yang tidak layak ada pada Allah SWT. Jumlah sifat Salbiyyah ada lima yaitu Qidam, Baqa, Mukhalafah lil Hawadits, Qiyamuhu Binafsihi dan Wahdaniyyat
  3. Sifat Ma'ani yaitu sifat yang ada pada Dzat Allah (maujud), Qadim (tidak di dahului dengan tidak ada) dan tetap selamanya ada pada Dzat Allah. Jumlah sifat Ma'ani ada 7 (tujuh) yaitu Qudrat (Berkuasa), Iradat (berkehendak), Ilmu (Mengetahui), Hayat (Hidup), Sama' (Mendengar), Bashar (Melihat), Kalam (Berbicara).
  4. Sifat Ma'nawiyyah adalah sifat yang mulazimah atau menjadi akibat dari sifat ma’ani, Sifat ini sesungguhnya merupakan bentuk fa’il atau pelaku dari sifat sifat Ma’ani yakni: Kaunuhu Qodiron (Allah Maha Berkuasa ), Kaunuhu Muridan (Allah Maha Berkehendak), Kaunuhu Aliman (Allah Maha Mengetahui), Kaunuhu Hayyan (Allah Maha Hidup), Kaunuhu Sami’an (Allah Maha Mendengar), Kaunuhu Bashiron (Allah Maha Melihat), dan Kaunuhu Mutakalliman (Allah Maha Berbicara).

Jadi sekali lagi, sebagai muslim kita diwajibkan untuk mengetahui sifat-sifat yang wajib adanya bagi Allah, beserta dalil aqli dan naqli nya secara terperinci. (Idah Mahmudah)