Hari Asyuro dan Perintah Berpuasa

Jumat, 14 September 2018 dakwah 904 klik
Hilmy Firdausy Teks:Hilmy Firdausy
Faza Grafis:Faza

Hari Asyuro adalah salah satu hari yang memiliki tempat khusus dalam kalender umat Islam. Banyak sekali kejadian penting yang terjadi di hari tersebut. Maka dari itu, juga muncul anjuran untuk melakukan beberapa amalan di hari tersebut.

Secara umum Hari Asyuro adalah hari kesepuluh di Bulan Muharram. Asyuro berasal dari kata Asyrah, yang berarti sepuluh. Sampai hari ini, mayoritas umat Islam merayakannya dengan berbagai macam adat dan tradisi, sebagai simbol penghormatan atas hari yang mulia ini.

Salah satu amalan, dari sekian banyak amalan yang dianjurkan dikerjakan di hari tersebut adalah berpuasa. Sayyidah Aisyah, istri Nabi shallallahu 'alaihi wassalam mengisahkan bahwa hari Asyura pada mulanya adalah hari orang-orang Quraisy berpuasa di masa Jahiliyah. Rasulullah pun menganjurkan umatnya untuk turut berpuasa. Sebagaimana riwayat yang disampaikan oleh Abu Musa al-Asy’ari:

كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ يَوْمًا تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَتَتَّخِذُهُ عِيدًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صُومُوهُ أَنْتُمْ

“Hari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan dijadikan oleh mereka sebagai hari raya, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam bersabda: “Berpuasalah kamu sekalian pada hari itu." (H.R. Bukhari, No: 1866; Muslim, No: 1912)

Tradisi ini berlanjut sampai Nabi hijrah ke Madinah. Beliau mentradisikan puasa Asyuro dan menganjurkan sahabat untuk mengerjakannya juga. Namun, setelah ada kewajiban puasa Ramadhan, Nabi bersabda:

مَنْ شَاءَ أَنْ يَصُومَهُ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ شَاءَ أَنْ يَتْرُكَهُ فَلْيَتْرُكْهُ

“Barangsiapa yang menghendaki berpuasa Asyura puasalah dan siapa yang tidak suka boleh meninggalkannya." (HR. Bukhari, No: 1489; Muslim, No: 1987)

Mengapa Nabi berpuasa di Hari Asyuro? Ibnu Abbas seorang sahabat, saudara sepupu Nabi yang dikenal sangat ahli dalam tafsir al-Qur’an meriwayatkan bahwa saat Nabi berhijrah ke Madinah, beliau menjumpai orang-orang Yahudi di sana mengerjakan puasa Asyura. Nabi pun bertanya tentang alasan mereka berpuasa. Mereka menjawab:

هُوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ فَقَالَ أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

“Allah telah melepaskan Musa dan Umatnya pada hari itu dari (musuhnya) Fir’aun dan bala tentaranya, lalu Musa berpuasa pada hari itu, dalam rangka bersyukur kepada Allah”. Nabi bersabda : “Aku lebih berhak terhadap Musa dari mereka." Maka Nabi pun berpuasa pada hari itu dan menyuruh para sahabatnya agar berpuasa juga." (HR. Bukhari; No: 1865  & Muslim, No: 1910)

Itulah cerita singkat perihal anjuran berpuasa di Hari Asyuro. Selain untuk mendapatkan pahala karena mengerjakan amalan-amalan baik, ia juga momentum untuk mengingat jejak leluhur kita. []