Doakan Juga Saudaramu yang Non-Muslim!

Rabu, 27 November 2019 dakwah 43 klik
Faza Grafis:Faza

Indonesia adalah negara yang sangat kaya, memiliki banyak suku, agama dan bangsa. Terdapat kurang lebih 17.504 pulau dari Sabang sampai Merauke dengan bermacam-macam keragaman yang ada di dalamnya. Indonesia menjadi salah satu negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, dengan fakta tersebut, tidak aneh jika warga Indonesia hidup berdampingan, bertetangga, bersosialisasi dengan latar belakang yang berbeda-beda, seperti Batak dan Sunda, Sumatera dan Sulawesi, Islam dan Kristen dan masih banyak lagi, namun itu semua bukan lah menjadi sebuah masalah, karena rakyat indonesia sudah terdidik dan terbiasa dari jaman nenek moyang untuk saling bertoleransi dan menjaga kedamaian serta kerukunan. Namun bagaimana jika kita seorang muslim dan sebagai makhluk sosial dengan empati dan simpati, yang dilatarbelakangi perbedaan tersebut mendoakan seseorang yang ternyata non-muslim?

Mendoakan non-Muslim menurut Jumhur ulama dibagi menjadi dua keadaan, sebab berdoa di dalam Islam juga mempunyai beberapa adab-adab yang harus dipatuhi.

1. Keadaan pertama mendokan untuk mendapat hidayah

Ulama sepakat melalui Ijma` bahwa mendokan non-Muslim diperbolehkan dengan muatan doa yang mengharap hidayah kepadanya, pendapat ini dilandasi oleh hadis Nabi Saw. yang berbunyi

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَدِمَ الطُّفَيْلُ وَأَصْحَابُهُ فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ دَوْسًا قَدْ كَفَرَتْ وَأَبَتْ، فَادْعُ اللَّهَ عَلَيْهَا! فَقِيلَ: هَلَكَتْ دَوْسٌ! فَقَالَ: اللَّهُمَّ اهْدِ دَوْسًا وَائْتِ بِهِمْ!ـ

“Abu Hurairah Ra. mengatakan: At-Thufail dan para sahabatnya datang, mereka mengatakan: “ya Rosululloh, Kabilah Daus benar-benar telah kufur dan menolak (dakwah Islam), maka doakanlah keburukan untuk mereka! Maka ada yg mengatakan: “Mampuslah kabilah Daus”. Lalu beliau mengatakan: “Ya Allah, berikanlah hidayah kepada Kabilah Daus, dan datangkanlah mereka (kepadaku).” (HR. Bukhori 2937 dan Muslim 2524, dg redaksi dari Imam Muslim)

 

2. Mendoakan untuk kemaslahatan dunia

Menurut jumhur ulama, mendoakan seorang non-muslim dengan tujuan kemaslahatan dunia diperbolehkan, dengan syarat orang tersebut bukanlah seorang kafir harbi/ kafir yang memerangi umat Islam, pembolehan tersebut dilatarbelaki sebuah hadis yang berbunyi

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ قَالَ: بَعَثَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَرِيَّةٍ فَنَزَلْنَا بِقَوْمٍ، فَسَأَلْنَاهُمُ القِرَى فَلَمْ يَقْرُونَا، فَلُدِغَ سَيِّدُهُمْ فَأَتَوْنَا فَقَالُوا: هَلْ فِيكُمْ مَنْ يَرْقِي مِنَ العَقْرَبِ؟ قُلْتُ: نَعَمْ أَنَا، وَلَكِنْ لاَ أَرْقِيهِ حَتَّى تُعْطُونَا غَنَمًا، قَالُوا: فَإِنَّا نُعْطِيكُمْ ثَلاَثِينَ شَاةً، فَقَبِلْنَا فَقَرَأْتُ عَلَيْهِ: الحَمْدُ لِلَّهِ سَبْعَ مَرَّاتٍ، فَبَرَأَ وَقَبَضْنَا الغَنَمَ، قَالَ: فَعَرَضَ فِي أَنْفُسِنَا مِنْهَا شَيْءٌ فَقُلْنَا: لاَ تَعْجَلُوا حَتَّى تَأْتُوا رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: فَلَمَّا قَدِمْنَا عَلَيْهِ ذَكَرْتُ لَهُ الَّذِي صَنَعْتُ، قَالَ: وَمَا عَلِمْتَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ؟ اقْبِضُوا الغَنَمَ وَاضْرِبُوا لِي مَعَكُمْ بِسَهْمٍ

Abu Said al-Khudri mengatakan: (Suatu saat) Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- menugaskan kami dalam Sariyyah (pasukan kecil), lalu kami singgah di suatu kaum, dan kami meminta mereka agar menjamu kami tapi mereka menolaknya. Lalu pemimpin mereka terkena sengatan hewan, maka mereka mendatangi kami, dan mengatakan: “Adakah di antara kalian yg bisa meruqyah sakit karena sengatan Kalajengking?”. Maka ku jawab: “Ya, aku bisa, tapi aku tidak akan meruqyahnya kecuali kalian memberi kami kambing”. Mereka mengatakan: “Kami akan memberikan 30 kambing kepada kalian”. Maka kami menerima tawaran itu, dan aku bacakan kepada (pemimpin)nya surat Alhamdulilah sebanyak 7 kali, maka ia pun sembuh, dan kami terima imbalan (30) kambing.

Abu Sa’id mengatakan: Lalu ada sesuatu yg mengganjal di hati kami (dari langkah ini), maka kami mengatakan: “Jangan tergesa-gesa (dengan imbalan kambing ini), sampai kalian mendatangi Rosululloh Saw.

Abu sa’id mengatakan: Maka ketika kami mendatangi beliau, aku menyebutkan apa yg telah kulakukan. Beliau mengatakan: “Dari mana kau tahu, bahwa (Alfatihah) itu Ruqyah? ambillah kambingnya dan berilah aku bagian darinya”. (HR. Tirmidzi [2063] dengan redaksi ini, kisah ini juga diriwayatkan di dalam shohih Bukhori [2276] dan shohih Muslim [2201]).

Hadis tersebut menjelaskan bahwa mendokan non-Muslim untuk kemaslahatan dunia di perbolehkan. Namun yang harus dipahami adalah dilarang untuk mendoakan seorang non-Muslim dengan segala sesuatu yang berurusan dengan Akhirat, seperti mendoakan dia mendapat ampunan dari Allah Swt. untuknya di akhirat, pernyataan tersebut diambil dari sebuah hadis yang berbunyi:

اسْتَأْذَنْتُ رَبِّيْ أَنْ أَسْتَغْفِرَ لِأُمِّيْ، فَلَمْ يَأْذَنْ لِيْ، وَاسْتَأْذَنْتُهُ أَنْ أَزُوْرَ قَبْرَهَا، فَأَذِنَ لِيْ.

“Aku telah meminta izin kepada Rabb-ku untuk memohonkan ampunan bagi ibuku, namun Dia tidak mengizinkan. Dan aku meminta izin untuk menziarahi (mengunjungi) kuburnya, maka Dia mengizinkan untukku.” (HR. Muslim).

Harry Putra Z.