Delapan Makam Ulama Salaf Tempat Tabarrukan Para Ahli Hadis


Istilah tabarrukan tidak asing di telinga masyarakat Muslim. Tabarrukan adalah bahasa Arab yang berasal dari kata kerja tabarraka yang berarti thalabul barakah atau mencari keberkahan. Sedangkan barakah sendiri berarti ziyadatul khair atau bertambahnya kebaikan. Dengan demikian, secara bahasa, tabarrukan berarti mencari kebaikan lebih banyak.

Tradisi tabarrukan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw. dimana para sahabat ber-tabarruk dengan pakaian, rambut, bahkan keringat serta ludah Nabi. Salah satu tradisi tabarruk yang dilakukan oleh kaum Muslim di masa sekarang adalah dengan cara berziarah ke makam orang shaleh.  

Selain makam Nabi Muhammad saw, umat Islam juga tabarrukan dengan menziarahi makam-makam ulama besar dari generasi sahabat, tabiin dan para imam fiqh dan ahli hadis. Pengunjung makam-makam orang shaleh berasal dari berbagai daerah dan kota, bahkan dari penjuru dunia. Berikut ini adalah sebagian di antara ulama dan orang shaleh yang makamnya diziarahi dan diambil keberkahannya sebagaimana dicatat para ulama ahli hadis:

1. Thalhah ibn ‘Ubaydillah (w. 36 H)

Seorang sahabat Nabi, muhadditsin dan ahli Badr. Makamnya terletak di Bashrah dan banyak dikunjungi oleh para peziarah.

2. Abu ad-Darda ‘Uwaymir ibn ‘Amir (w. 32 H)

Imam Ibnu Hibban menceritakan bahwa makamnya terletak di Damaskus, banyak dikunjungi serta mempunyai pintu kecil di depan makamnya.

3. Sa’ad ibn Ubadah (w. 16 H)

Sahabat yang memiliki nama kuniah Abu Tsabit ini meninggal di Khuran. sedangkan makamnya yang terkenal dan sering dikunjungi sampai hari ini terletak di desa Ghuthah sebuah desa di Damaskus.

4. Muhammad ibn Sirin (w.110 H)

Seorang tabi’in, faqih, dan terkenal sebagai pentakwil mimpi. Sekretaris Anas ibn Malik ini wafat pada usia 77 tahun. Makamnya terletak di Bashrah dan banyak dikunjungi oleh para peziarah.

5. Abdullah ibn al-Mubarak (w.182 H)

Seorang Imam Mujtahid dan muhaddits, murid Imam Sufyan Al-Tsauri. Ibnu Al-Mubarak meriwayatkan hadis dari Imam Malik ibn Anas. Menurut Imam Ibn al-‘Imad al-Hanbali (w.1089 H) makamnya terletak di kota Bahit yang banyak dikunjungi oleh para peziarah.

6. Umar ibn Abdul Aziz (w.101 H)

Menurut Imam An-Nawawi, Khalifah Umar ibn Abdul Aziz dimakamkan di Badir Sam’an dan banyak dikunjungi oleh para peziarah yang ingin bertabarruk.

7. Imam Asy-Syafi’i (w. 204 H)

Seorang muhaddits dan Imam Madzhab terkenal. Menurut Ibnu Hibban, Imam Asy-Syafi’i wafat pada hari Jum’at pertengahan bulan Rajab, kemudian dimakamkan di kota Fusthat serta banyak dikunjungi oleh para peziarah hingga sekarang.

8. Ibnu ash-Shalah Asy-Syafi’i (w. 643 H)

Seorang zahid dan muhaddits terkenal. Wafat di usianya yang ke 66 tahun. Dimakamkan di pemakaman sufi di daerah Damaskus. Menurut Imam Adz-Dzahabi, pemakamannya banyak dikunjungi peziarah yang ingin bertabarruk di sana dan siapa yang berdoa di sana Insya Allah diijabah oleh Allah. Wallahu A’lam. (Azkiatuttahiyyah)