Cari, Cetak dan Sebarkan Buletin Ini Agar Masjid Kalian Damai

Sabtu, 3 Agustus 2019 dakwah 151 klik
Faza Grafis:Faza

Kelompok pembenci NKRI menyebarkan gagasannya melalui masjid-masjid di seluruh Indonesia. Mereka menggunakan buletin dengan nama yang dikesankan islami. Isinya pun penuh dengan kutipan ayat Al-Quran, hadis dan perkataan ulama. Tetapi, bila dicermati lebih dalam, arah tulisannya mengarah kepada upaya menciptakan kebencian terhadap NKRI. Negara yang dibangun dengan susah-payah serta berdarah-darah oleh umat Islam Indonesia.

Penyebaran buletin pembenci NKRI di masjid-masjid Indonesia patut diwaspadai. Doktrin kebencian mereka dapat mempengaruhi pemikiran masyarakat. Masyarakat rawan terhasut. Turut membenci NKRI. Akibat selanjutnya, adalah terjadinya benturan sosial. Baik antara masyarakat dengan Negara maupun masyarakat dengan sesama anggota masyarakat yang berbeda ideologi. Mereka yang pro-NKRI dengan mereka yang anti-NKRI. Bahaya yang lebih mengerikan adalah terjadinya perang saudara antar sesama anak bangsa. Tentu hal ini tidak diinginkan oleh siapapun yang mencintai perdamaian.

Fenomena rawan konflik sosial semacam ini perlu diantisipasi seluruh elemen anak bangsa. Strateginya adalah dengan mengkampanyekan persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebagai Muslim, kita tentu percaya bahwa persatuan adalah kunci. Wa’tashimu bi hablillah jami’an wa la tafarraqu. Berpeganglah kalian semua pada tali Allah dan jangan lah kalian bercerai-berai. Bercerai-berai merupakan perkara yang dilarang. Dalam kaidah ushul fiqh dikatakan, secara umum dilarang berarti diharamkan. Karena bercerai-berai dilarang, upaya untuk mencerai-beraikan umat Islam adalah haram. Umat Islam sendiri haram melakukan tindakan yang dapat menciptakan perpecahan di antara sesama. Jika dipahami, maka larangan bercerai-berai merupakan perintah untuk menciptakan dan menjaga persatuan di antara sesama umat Islam. Dari sini, mengupayakan dan menjaga persatuan merupakan perbuatan mulia. Islam mengajarkan umatnya agar senantiasa mewujudkan dan menjaga perdamaian. Inilah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika melihat masyarakat Madinah yang beraneka ragam tercerai-berai. Beliau menyatukan bangsa-bangsa yang hidup di Madinah dalam satu kesatuan yang saling bekerja sama dan saling menjaga. Penyatuan itu dirupakan dalam bentuk Watsiqah Madinah (Piagam Madinah).

Salah satu contoh upaya merespon maraknya pemahaman keagamaan yang dapat memecah belah persatuan umat Islam di Indonesia adalah menerbitkan buletin yang komitmen terhadap persatuan serta mengedepankan semangat perdamaian antar elemen anak bangsa. Di sinilah urgensi Buletin Al-Fatâ (Muslim Muda Indonesia). Sebuah buletin mingguan yang berkomitmen menyebarkan nilai-nilai moderasi Islam, kecintaan kepada persatuan sesama anak bangsa, dan menanamkan spirit perdamaian.

Buletin ini merupakan hasil kerja bareng beberapa institusi yang peduli terhadap persatuan dan perdamaian Indonesia, di antaranya The Political Literaracy Institut, Convey Indonesia dan PPIM UIN Jakarta tanggal 25 Agustus 2017. Berdasarkan kajian Dewi Aprilia Ningrum dan Kursmana, ditemukan bahwa tujuan dari penerbitan buletin tersebut adalah untuk menyampaikan pesan-pesan damai Islam.

Buletin ini selalu menyajikan pesan-pesan Al-Quran dan Sunnah tentang perdamaian. Dalam penyajian, disertakan penjelasan para ulama yang kredibel baik dari kalangan mufassirin (ahli tafsir Al-Quran) maupun syurrah al-hadits (ahli pensyarah hadis).

Setelah memaparkan ayat-ayat dan hadis-hadis yang menjelaskan pentingnya perdamaian, buletin ini senantiasa mengangkat fenomena penting dan mutakhir di masyarakat yang dapat menjadi ancaman bagi perdamaian. Hal ini penting disampaikan karena masyarakat harus tahu bahwa di sekitar mereka, di masjid-masjid mereka, ada agenda yang hendak meruntuhkan sikap saling percaya, kedamaian, dan tenggang rasa antar sesama anak bangsa. Masyarakat harus mewaspadai hal itu karena upaya jahat ini bertujuan memecah belah persatuan umat dan bangsa. Padahal, persatuan merupakan salah satu ajaran fundamental dalam Islam. Hukumnya wajib diwujudkan, wajib dijaga dan wajib dilestarikan.

Buletin ini penting dibaca oleh masyarakat Muslim Indonesia, khususnya generasi mudanya. Mengingat bahaya perpecahan mengintai persatuan antar sesama anak bangsa di masa depan. Buletin ini terbit setiap Jum’at dan dicetak sebanyak 20.000 ekslempar. Buletin Al-Fata (Muslim Muda Indonesia) disebarkan ke masjid-masjid dan majlis-majlis taklim di sekitar Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang dan Depok.

  1. Masjid dan majlis taklim di Tangerang Selatan (3.300 ekslempar)
  2. Masjid dan majlis taklim di Jakarta (4.000 ekslempar)
  3. Masjid dan majlis taklim di Depok (3.000 ekslempar)
  4. Masjid dan majlis taklim di Kota Tangerang (3.300 ekslempar)
  5. Masjid dan majlis taklim di Bogor (3.000 ekslempar)
  6. Masjid dan majlis taklim di Bekasi (3.200 ekslempar)
  7. Konten buletin dalam bentuk digital juga akan dipublikasikan di media sosial; Facebook, Twitter, Instagram, dan Whatshap.

Publikasi versi digital ini penting guna mendekatkan buletin dengan kecenderungan generasi milenial yang lebih sering mengakses informasi via jejaring internet dan media sosial. Versi digital ini penting terutama bagi masyarakat di luar kawasan Jabodetabek dan kawasan yang masjid-masjid dan majlis taklimnya belum dapat mengakses versi cetak buletin ini. Masyarakat dapat mendownload, mencetak, dan menyebarkannya secara mandiri. Hal ini penting karena bagaimana pun mulianya tujuan penerbitan buletin ini, tanpa keterlibatan masyarakat luas, makan pesan-pesan perdamaian yang terkandung di dalamnya hanya dapat diakses oleh komunitas  yang terbatas. Masyarakat harus terlibat. Ini adalah kuncinya.

Di akhir tulisan ini, mari kita bentengi masyarakat dari upaya-upaya memecah belah persatuan. Antisipasi dengan mencari, mencetak, dan menyebarkan buletin ini. Mari lakukan itu semua agar masjid-masjid kita menjadi sumber perdamaian dalam kehidupan sosial, berbangsa dan bernegara.