Bilal bin Harits Al-Muzanni, Sahabat Yang Bertawassul di Makam Nabi


Pada masa pemerintahan Sayyidina Umar bin Khaththab, terjadi paceklik parah. Para sahabat gelisah menghadapi situasi tersebut. Lalu seorang laki-laki mendatangi makam Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Di depan makam, lelaki itu berkata, “Wahai Rasulullah, mintakan hujan untuk umatmu karena mereka akan segera binasa.”

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mendatangi lelaki tersebut dalam mimpi. Dikatakan kepadanya, “Datangilah Umar. Ucapkan salam dariku. Beritahu dia, bahwa kalian diberi air hujan. Katakan padanya, gunakan akal. Gunakan akal.”

Lelaki itu kemudian menemui Umar. Ia memberitahu tentang mimpinya. Umar lalu menangis. Kemudian berkata, “Ya Rabbi, aku tidak akan berpaling kecuali dari perkara yang aku tidak mampu melakukannya.”

Kisah ini disebutkan oleh Imam Ibnu Abi Syaibah dalam kitab Mushannaf-nya dari Malid A-Dari.

عَنْ مَالِكِ الدَّارِ، قَالَ: وَكَانَ خَازِنَ عُمَرَ عَلَى الطَّعَامِ، قَالَ: أَصَابَ النَّاسَ قَحْطٌ فِي زَمَنِ عُمَرَ، فَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى قَبْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، اسْتَسْقِ لِأُمَّتِكَ فَإِنَّهُمْ قَدْ هَلَكُوا، فَأَتَى الرَّجُلَ فِي الْمَنَامِ فَقِيلَ لَهُ: " ائْتِ عُمَرَ فَأَقْرِئْهُ السَّلَامَ، وَأَخْبِرْهُ أَنَّكُمْ مُسْتَقِيمُونَ وَقُلْ لَهُ: عَلَيْكَ الْكَيْسُ، عَلَيْكَ الْكَيْسُ "، فَأَتَى عُمَرَ فَأَخْبَرَهُ فَبَكَى عُمَرُ ثُمَّ قَالَ: يَا رَبِّ لَا آلُو إِلَّا مَا عَجَزْتُ عَنْهُ

Dari Malik Ad-Dari berkata, “Manusia ditimpa kekeringan pada masa Umar bin Khattab, lalu datanglah seorang lelaki ke kubur Nabi SAW lalu berdoa, ‘Wahai Rasulullah, mintalah hujan kepada Allah untuk umatmu, sesungguhnya mereka mendekati kebinasaan.’ Lalu lelaki itu didatangi oleh Rasulullah SAW dalam mimpinya. Beliau bersabda, ‘Datanglah kepada Umar lalu sampaikan salamku untuknya, dan beritahukan kepadanya bahwa kalian akan diberi hujan. Katakan juga: hendaknya kalian menggunakan akal pikiran. Hendaknya kalian menggunakan akal pikiran.’ Lalu lelaki itu mendatangi Umar dan menceritakan apa yang dialaminya tersebut. Umar pun menangis kemudian berkata, ‘Ya Rabb, aku tidak akan berpaling kecuali dari apa yang aku tidak mampu melakukannya.’” (HR. Al-Baihaqi dan Ibnu Abi Syaibah)

Bila kita ditelusuri, hadis ini diriwayatkan dalam sejumlah kitab hadis. Di antaranya Mushannaf Ibnu Abi Syaibah dan Dalailun Nubuwwah karya Al-Baihaqi. Hadis Malik Ad-Dari juga disebutkan dalam kitab Tarikh Dimasyq karya Ibnu Asakir, Al-Bidayah Wa Al-Nihayah karya Ibnu Katsir, Fathul Bari Syarah Shahih Al-Bukhari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, Al-Irsyad Fi Ma’rifat Ulama’ Al-Hadits karya Al-Khalili. Imam Al-Baihaqi, Ibnu Katsir dan Ibnu Hajar menyatakan bahwa sanad hadis ini berkualitas shahih.

Tentang lelaki yang bertawassul dalam riwayat tersebut, Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata,

وروى بن أَبِي شَيْبَةَ بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ مِنْ رِوَايَةِ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ مَالِكٍ الدَّارِيِّ وَكَانَ خَازِنُ عُمَرَ قَالَ أَصَابَ النَّاسَ قَحْطٌ فِي زَمَنِ عُمَرَ فَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى قَبْرِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اسْتَسْقِ لِأُمَّتِكَ فَإِنَّهُمْ قَدْ هَلَكُوا فَأَتَى الرَّجُلَ فِي الْمَنَامِ فَقِيلَ لَهُ ائْتِ عُمَرَ الْحَدِيثَ وَقَدْ رَوَى سَيْفٌ فِي الْفُتُوحِ أَنَّ الَّذِي رَأَى الْمَنَامَ الْمَذْكُورَ هُوَ بِلَالُ بْنُ الْحَارِثِ الْمُزَنِيُّ أَحَدُ الصَّحَابَةِ

Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari riwayat Abu Shalih Al-Samman dari Malik Ad-Dari, ia adalah penjaga gudang pada era Umar. Manusia tertimpa paceklik pada masa Umar. Lalu datang seorang lelaki ke makam Nabi SAW. Dia berkata, “Ya Rasulullah, mintakan hujan untuk umatmu. Mereka akan segera binasa.” Lalu Rasulullah mendatanginya dalam mimpi. Dikatakan kepadanya, “Datangi Umar..” Al-Hadits. Imam Saif dalam kitab Al-Futuh mengatakan bahwa lelaki yang mendapatkan mimpi itu adalah Bilal bin Al-Harits Al-Muzanni. Salah seorang dari golongan sahabat. (Fath Al-Bari Syarah Shahih Al-Bukhari, jilid 2, hlm. 495-496).

Siapakah Bilal bin Al-Harits Al-Muzanni?

Bilal bin Al-Harits Al-Muzanni merupakan salah satu sahabat Rasulullah SAW. Ia berasal dari suku Muzayyanah. Sebuah suku yang bermukim di pegunungan Asy’ar dan Ajrad. Dia banyak berkunjung ke kota Madinah. Termasuk anggota suku Muzayyanah yang pertama kali berhijrah ke Madinah. Ahmad bin Abdullah bin Al-Barqi mengatakan, Bilal bin Al-Harits adalah suku Muzayyanah yang pertama kali menemui Nabi shallallahu alaihi wa sallam di Madinah pada bulan Rajab tahun ke-5 Hijriah.

Al-Bukhari berkata, dia digolongkan sebagai penduduk Madinah.

Al-Waqidi mengatakan, saya mendengar bahwa Bilal bin Al-Harits adalah anggota suku Muzayyanah yang menemui Nabi. Dia bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, saya punya harta yang tidak ada yang bisa mengurusnya kecuali aku. Jika Islam hanya untuk mereka yang mau berhijrah, aku akan menjual hartaku, lalu aku akan berhijrah.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata,

حيث ما كنتم اتقيتم الله ، لم يلتكم من أعمالكم شيئا

“Dimana pun kamu berada, bertakwalah kepada Allah. Allah tidak akan mengabaikan sedikit pun amal kalian.”

Al-Waqidi juga meriwayatkan bahwa Bilal bin Al-Harits adalah salah satu pembawa bendera perang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Dia sering ikut berperang, salah satunya perang Daumatul Jandal, bersama Khalid bin Al-Walid. Bilal bin Al-Harits meriwayatkan hadis dari Rasulullah, Umar bin Al-Khaththab dan Utsman bin Affan.

Tawassul dengan Orang Yang Telah Meninggal

Berdasarkan riwayat di atas, para ulama menyatakan bahwa bartawassul dengan orang shaleh yang telah wafat adalah perkara yang diperbolehkan dalam agama. Hal ini sebagaimana menjadi pendapat Abid Al-Sindi, penulis Syarah Sunan Ibnu Majah, Al-Subki dalam Syifa’ Al-Saqam, Al-Haitami dalam Al-Jauhar Al-Munazhzham, Dahlan dalam Al-Khulashah dan Al-Durar Al-Saniyyah, Al-Azami dalam Al-Barahin, Al-Kautsari dalam Muhiqq Al-Taqawwul, Al-Samhudi dalam Al-Wafa’, Al-Ghummari dalam Ittihaf Al-Adzkiya’, Al-Harawi dalam Al-Shirath Al-Mustaqim, Al-Saqqaf dalam Al-Ighatsah dan Mahmud Said dalam Raf’ul Manarah. (M. Khoirul Huda)