Dasar Peringatan Maulid Nabi SAW

 

 

Segala puji hanya milik Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada junjungan Nabi Agung Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Kepada para sahabat dan keluarganya. Amma Ba’du.

Bulan Rabi’ul Awwal adalah bulan kegembiraan bagi umat Islam. Bulan yang diyakini sebagai waktu lahirnya Sang Nabi Agung. Kebesarannya membuat perubahan besar dalam kehidupan umat manusia. Tidak kurang dari satu setengah miliar manusia menjadi pengikutnya. Tersebar di seluruh penjuru dunia. Membentuk peradaban agung, membawa rahmat bagi semesta.

Kelahirannya telah diperingati sebagai hari besar. Di Indonesia, peringatan kelahiran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dijadikan hari libur nasional. Umat Islam bersuka cita merayakan kelahiran beliau. Tetapi ada sebagian orang tidak senang terhadap kegembiraan ini. Mereka membuat pendapat yang beraneka macam. Menyebarkannya kepada masyarakat luas. Menuduhnya sebagai bid’ah dan penyimpangan. Mereka mengatakan Rasulullah tidak pernah memperingati hari lahirnya. Tidak pernah mensyukuri kelahirannya. Mereka mengatakan, para sahabatnya tidak pernah mengadakan majelis yang berisi puja puji terhadap beliau. Mereka juga mengklaim bahwa para ulama menyebut perbuatan memperingati kelahiran Nabi sebagai bid’ah.

Memang benar, peringatan maulid merupakan persoalan khilafiyah di kalangan ulama Islam. Memang ada yang menyebutnya bid’ah. Tetapi, mayoritas ulama di berbagai penjuru dunia Islam lebih banyak yang menilainya sebagai perbuatan yang baik. Inilah yang dipegang dan diamalkan oleh kebanyakan umat Islam di Indonesia.

Buku ini berisi beberapa ulasan ringkas tentang maulid. Semoga bisa menjadi penjelasan bagi umat Islam yang terbiasa melaksanakan peringatan maulid. Semoga bermanfaat. 

 

 

Download di link berikut:

Facebook Image: